Sukses

Pengertian Tradyl

Tradyl merupakan salah satu nama dagang dari Sediaan Kapsul dan Injeksi yang mengandung Tramadol, obat ini diproduksi oleh Interbat. Perbedaan Sediaan salah satunya berfungsi untuk memudahkan pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat. Tradyil atau Tramadol diindikasikan untuk nyeri sedang hingga berat.

Tradyl atau Tramadol termasuk dalam golongan Analgesik Opioid, bekerja sebagai menghambat pengambilan kembali norepinefrin, serotonin dan meningkatkan pelepasan serotonin. Ini mengubah persepsi dan respons terhadap rasa sakit dengan mengikat reseptor mu-opiat di Sistem Syaraf Pusat (SSP), sehingga dapat meredakan rasa nyeri. Tradyl atau Tramadol termasuk golongan Obat Keras, diminum secara oral (mulut) dan disuntikan melalui Intravena/Intamuskular/Subkutan (langsung melalui pembuluh darah), maka dari itu penggunaan obat ini Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter.

Keterangan Tradyl

  1. Tradyl Kapsul:
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Analgesik Opioid.
    • Kandungan : Tramadol 50 mg.
    • Bentuk : Kapsul.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Interbat.
  2. Tradyl Injeksi:
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Analgesik Opioid.
    • Kandungan : Tramadol 50 mg.
    • Bentuk : Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Ampul.
    • Kemasan: Ampul 2 mL.
    • Farmasi: Interbat.

Kegunaan Tradyl

Tradyl atau Tramadol digunakan meredakan rasa nyeri sedang hingga berat.

Dosis & Cara Penggunaan Tradyl

Tradyl merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Tradyl juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Tradyl injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  • Per Oral Nyeri sedang hingga berat
    Dewasa :50-100 mg setiap 4-6 jam.
  • Per Injeksi Nyeri sedang hingga berat
    Dewasa :100 mg diikuti 50 mg setiap 10-20 menit jika dibutuhkan, maksimal 250 mg.

Efek Samping Tradyl

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Tradyl, yaitu:

  1. Gangguan pencernaan (konstipasi, mual, muntah, diare, sakit perut, perut kembung, kehilangan berat)
    Kejang
  2. Stimulasi SSP (kecemasan, euforia, halusinasi)
  3. Pusing, sakit kepala, mengantuk, dan lemah.
  4. Berkeringat
  5. Kebingungan.
  6. Gangguan koordinasi
  7. Dermatitis (ruam, urtikaria atau biduran)
  8. Gejala menopause
  9. Gangguan menstruasi
  10. Kesulitan berkemih.


Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Tradyl pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Keracunan akut dengan hipnotik, analgesik aksi sentral, opioid, obat psikotropika, atau alkohol
  2. Epilepsi (kejang) yang tidak terkontrol
  3. Asma bronkial akut atau berat
  4. Hiperkapnia atau depresi pernafasan yang signifikan dalam pengaturan yang tidak dipantau atau tidak adanya peralatan resusitasi.
  5. Gangguan ginjal dan hati berat.
  6. Penggunaan bersamaan dengan Monoamine Oksidase Inhibitor (MAOI) atau dengan 2 minggu setelah penarikan MAOI.


Interaksi Obat:

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Tradyl:

  1. Peningkatan risiko kejang atau sindrom serotonin dengan SSRI, serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI),dan obat penurun kejang lainnya (bupropion, mirtazapine, tetrahydrocannabinol).
  2. Konsentrasi serum menurun dengan carbamazepine.
  3. Dapat mempotensiasi efek anti-depresan norepinefrin, agonis 5-HT atau litium.
  4. Peningkatan ekimosis dengan turunan kumarin (Warfarin).


Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tradyl ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait