Sukses

Pengertian Torpain

Torpain merupakan salah satu Sediaan Injeksi yang mengandung Ketorolac Trometamin, obat ini diproduksi oleh Ikapharmindo. Torpain Injeksi digunakan untuk perawatan nyeri pasca operasi sedang sampai dengan berat. Ketorolak menghambat reversibel enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2), yang menghasilkan penurunan pembentukan prekursor prostaglandin dan memberikan efek anti-inflamasi (antiperadangan) minimal pada dosis analgesiknya (antinyeri). Torpain termasuk golongan Obat Keras, dan disuntikan melalui Intravena (melalui pembuluh darah), maka dari itu penggunaan obat ini Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional.

Keterangan Torpain

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid.
  • Kandungan: Ketorolac Trometamin.
  • Bentuk: Cairan.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Dus, 5 ampul @ 1 ml
  • Farmasi: Ikapharmindo.

Kegunaan Torpain

Torpain digunakan untuk perawatan nyeri pasca operasi sedang sampai dengan berat.

Dosis & Cara Penggunaan Torpain

Torpain merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Torpain juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Nyeri pasca operasi sedang sampai berat:

  • Dosis awal: 10 mg, diikuti oleh 10-30 mg 4-6 jam (hingga 2 jam selama periode pasca operasi awal) oleh bolus IM atau IV selama> 15 detik. Maks: 90 mg / hari.
  • Lansia: Maksimal: 60 mg setiap hari.

Efek Samping Torpain

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Torpain, yaitu:
1. Mengantuk
2. Pusing, sakit kepala
3. Perubahan mental dan sensorik
3. Berkeringat
4. Mulut kering
5. Demam
6. Kejang
7. Nyeri otot
8. Hiponatremia(kadar natrium dalam darah kurang)
9. Hiperkalemia (kadar kalium dalam darah berlebih)
10. Frekuensi atau retensi urin
11. Sindrom nefrotik (ginjal mengeluarkan protein berlebih dalam urin)
12. Nyeri panggul dengan atau tanpa hematuria
13. Purpura (peradangan pembuluh darah pada kulit), trombositopenia
14. Pistaksis (hidung berdarah)
15. enghambatan agregasi trombosit
16. Peningkatan waktu perdarahan
Berpotensi Fatal: Anafilaksis, reaksi kulit parah (mis. Dermatitis eksfoliatif, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik), stroke, perdarahan saluran pencernaan, perforasi atau ulserasi.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Torpain pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Hipersensitif terhadap ketorolak, aspirin, atau obat anti inflamasi non steroid lainnya.
  2. Tidak digunakan sebagai analgesik profilaksis sebelum operasi dan untuk penggunaan intraoperatif.
  3. Pasien dengan riwayat asma, pasien yang di diagnosis atau riwayat penyakit ulkus peptikum
  4. diatesis hemoragik (kelainan faal hemostasis.)
  5. Pengobatan nyeri perioperatif dalam pengaturan operasi CABG.
  6. Gangguan ginjal sedang sampai berat.
  7. Penggunaan bersamaan dengan probenecid, litium, pentoxifylline, antikoagulan, aspirin atau obat anti inflamasi non steroid lainnya.


Interaksi Obat:

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Torpain:

  1. Peningkatan risiko ulserasi (kehilangan lapisan epitel saluran pencernaan atau perdarahan dengan kortikosteroid, SSRI atau agen antiplatelet.
  2. Dapat meningkatkan toksisitas metotreksat.
  3. Peningkatan risiko nefrotoksisitas dengan diuretik, siklosporin, tacrolimus, penghambat ACE atau antagonis reseptor angiotensin II.
  4. Halusinasi dapat terjadi ketika digunakan dengan obat psikoaktif (Fluoxetine, thiothixene, alprazolam).
  5. Penggunaan bersamaan dengan terapi antikonvulsan (misal. Fenitoin, karbamazepin) jarang menyebabkan kejang.


Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Torpain ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait