Sukses

Pengertian Tokasid

Tokasid adalah obat mengandung Ketoconazole yang diindikasikan untuk terapi pengobatan infeksi sistemik yang disebabkan oleh jamur. Ketoconazole bekerja dengan mengganggu biosintesis trigliserida dan phopholipid dengan menghalangi CYP450 jamur, sehingga mengubah permeabilitas membran sel pada jamur yang rentan, dan juga menghambat enzim jamur lain yang mengakibatkan akumulasi konsentrasi hidrogen peroksida yang beracun.

Keterangan Tokasid

  1. Tokasid Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur
    • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Graha Farma
  2. Tokasid Krim
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur
    • Kandungan: Ketoconazole 20 mg
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan:Tube @ 10 g
    • Farmasi: Graha Farma
    • Harga: Rp 10.000 - Rp 15.000 / Tube.

Kegunaan Tokasid

Tokasid digunakan untuk mengobati kandidiasis kulit dan mukosa yang tidak responsif terhadap nistatin, dan mengobati infeksi sistemik yang di sebabkan oleh jamur.

Dosis & Cara Penggunaan Tokasid

Tokasid Tablet merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Aturan penggunaannya secara umum adalah:

  1. Tokasid Tablet
    • Dewasa 1 tablet 1 x sehari; dosis dapat ditingkatkan hingga 2 tablet 1 x sehari jika respons klinis tidak mencukupi. Lanjutkan pengobatan sampai gejalanya hilang.
    • Anak Usia ≥2 tahun 3.3-6.6 mg / kgBB 1 x sehari.
    • Durasi pengobatan: 1-2 minggu untuk kandidiasis; setidaknya 4 minggu dalam infeksi dermatofit bandel dan hingga 6 bulan untuk mikosis sistemik lainnya.
  2. Tokasid Krim
    • Oleskan 1-2 kali sehari, selama 2-3 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Tokasid

Efek samping mungkin terjadi selama penggunaan Tokasid adalah gangguan saluran pencernaan (misalnya: sakit perut, mual, muntah), ruam, iritasi, dermatitis, gatal, reaksi alergi; kebotakan, sakit kepala, pusing, mengantuk, demam dan kedinginan, trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal), kesemutan, ketidakteraturan menstruasi, oligospermia, penekanan korteks adrenal, impotensi. Berpotensi Fatal: Hepatotoksisitas.

Overdosis
Penggunaan Ketoconazole secara oral yang melebihi dosis dapat menimbulkan gejala mual parah, muntah, anoreksia, kelemahan, kelelahan parah.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif
  • Penderita penyakit hati yang sudah ada sebelumnya
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan substrat CYP3A4 misalnya: Inhibitor reduktase HMG-CoA (Lovastatin, simvastatin), midazolam, triazolam, cisapride, dofetilide, eplerenone, nisoldipine, pimozide, quinidine, terfenadine, astemizole, alkaloid ergot (misalnya: Ergotamine, dihydroergamine).

Interaksi Obat

  • Mengurangi penyerapan obat jika di berikan bersamaan dengan antimuskarinik, antasid, H2-blocker, PPI, dan sukralfat.
  • Konsentrasi plasma berkurang jika di berikan bersamaan dengan rifampisin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, fenitoin.
  • Juga dapat mengurangi konsentrasi isoniazid dan rifampisin.
  • Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral.
  • Dapat meningkatkan kadar substrat CYP3A4 serum, misalnya: digoxin, antikoagulan oral, sildenafil, tacrolimus.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tokasid ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Ketoconazole dapat masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait