Sukses

Pengertian Tokasid

Tokasid merupakan obat antijamur berbentuk tablet yang di produksi oleh Graha Farma. Obat ini mengandung Ketoconazole yang di indikasikan untuk terapi pengobatan infeksi sistemik yang di sebabkan oleh jamur. Ketoconazole bekerja dengan mengganggu biosintesis trigliserida dan phopholipid dengan menghalangi CYP450 jamur, sehingga mengubah permeabilitas membran sel pada jamur yang rentan, dan juga menghambat enzim jamur lain yang mengakibatkan akumulasi konsentrasi hidrogen peroksida yang beracun.

Keterangan Tokasid

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Graha Farma

Kegunaan Tokasid

Tokasid digunakan untuk mengobati kandidiasis kulit dan mukosa yang tidak responsif terhadap nistatin, dan mengobati infeksi sistemik yang di sebabkan oleh jamur.

Dosis & Cara Penggunaan Tokasid

Tokasid merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Tokasid juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa 1 tablet 1 x sehari; dosis dapat ditingkatkan hingga 2 tablet 1 x sehari jika respons klinis tidak mencukupi. Lanjutkan pengobatan sampai gejalanya hilang.
  • Anak Usia ≥2 tahun 3.3-6.6 mg / kgBB 1 x sehari.
  • Durasi pengobatan: 1-2 minggu untuk kandidiasis; setidaknya 4 minggu dalam infeksi dermatofit bandel dan hingga 6 bulan untuk mikosis sistemik lainnya.

Efek Samping Tokasid

Efek samping mungkin terjadi selama penggunaan Tokasid adalah gangguan saluran pencernaan (misalnya: sakit perut, mual, muntah), ruam, iritasi, dermatitis, gatal, reaksi alergi; kebotakan, sakit kepala, pusing, mengantuk, demam dan kedinginan, trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal), kesemutan, ketidakteraturan menstruasi, oligospermia, penekanan korteks adrenal, impotensi. Berpotensi Fatal: Hepatotoksisitas.

Kontraindikasi:

  1. Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif
  2. Penderita penyakit hati yang sudah ada sebelumnya
  3. Tidak boleh di gunakan bersamaan dengan substrat CYP3A4 misalnya: Inhibitor reduktase HMG-CoA (Lovastatin, simvastatin), midazolam, triazolam, cisapride, dofetilide, eplerenone, nisoldipine, pimozide, quinidine, terfenadine, astemizole, alkaloid ergot (misalnya: Ergotamine, dihydroergamine).


Interaksi Obat:

  1. Mengurangi penyerapan obat jika di berikan bersamaan dengan antimuskarinik, antasid, H2-blocker, PPI, dan sukralfat.
  2. Konsentrasi plasma berkurang jika di berikan bersamaan dengan rifampisin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, fenitoin.
  3. Juga dapat mengurangi konsentrasi isoniazid dan rifampisin.
  4. Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral.
  5. Dapat meningkatkan kadar substrat CYP3A4 serum, misalnya: digoxin, antikoagulan oral, sildenafil, tacrolimus.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tokasid ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait