Sukses

Pengertian TKV

TKV adalah antivirus yang diproduksi oleh Kalbe Farma. TKV mengandung Entecavir yang digunakan untuk mengatasi penyakit liver atau hepatitis B kronis. Entecavir bekerja dengan cara menghambat nukleosida reverse transcriptase yang secara kompetitif menghambat polimerase virus hepatitis B dengan memblokir aktivitas transkriptase terbalik dan akibatnya mengurangi sintesis DNA virus.

Keterangan TKV

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antivirus
  • Kandungan: Entecavir Monohidrate 0.5 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan TKV

TKV digunakan untuk mengobati hepatitis B kronis.

Dosis & Cara Penggunaan TKV

TKV merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan TKV juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Aturan penggunaan TKV:

  • Dewasa: 0.5 mg per hari
  • Pasien resisten atau kontaminasi dengan lamivudine: 1 mg per hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C, lindungi dari cahaya.

Efek Samping TKV

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Trombositopenia
  • Nyeri perut
  • Mual
  • Diare
  • Muntah
  • Sakit Kepala
  • Pusing
  • Insomnia
  • Terbentuk ruam
  • Alopesia (kebotakan).

Kontraindikasi:
Hindari pemberian pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap entecavir.

Interaksi obat:

  • Dapat meurunkan konsentrasi serum dengan orlistat.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum dengan immunosupresan seperti ciclosporin dan tacrolimus

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan TKV ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait