Sukses

Pengertian Tiopol

Tiopol adalah obat yang mengandung Thiopental sodium, diproduksi oleh Bernofarm. Tiopol digunakan sebagai penenang sebelum operasi dan untuk mengatasi kejang. Obat ini dapat mengurangi aktivitas saraf di otak sehingga bisa membuat seseorang merasa rileks dan mengantuk.

Keterangan Tiopol

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anastesi
  • Kandungan: Thiopental sodium 0.5 gram
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan:Vial
  • Kemasan: Box, 5 Vial @ 0,5 Gram
  • Farmasi: Bernofarm.

Kegunaan Tiopol

Tiopol digunakan sebagai penenang sebelum operasi dan untuk mengatasi kejang.

Dosis & Cara Penggunaan Tiopol

Tiopol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Tiopol juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Aturan penggunaan Tiopol:

  • Obat penenang sebelum operasi
    Dewasa: 100-150 mg diberikan sebelum operasi, dosis maksimal 500 mg.
    Anak-anak: 2-7 mg/kgBB diberikan sebelum operasi.
  • Mengatasi kejang yang berlangsung lama pada penderita epilepsi (status epileptikus)
    Dewasa: 75-125 mg.
    Anak-anak: 5 mg/kgBB.
  • Menurunkan tekanan di dalam kepala
    Dewasa: 1,5-3,5 mg/kgBB.
    Anak-anak di atas 3 bulan: 1-4 mg/kgBB per jam.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C.

Efek Samping Tiopol

Efek samping Tiopol yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri perut, otot, sendi, dan tulang
  • Mual dan muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Penyakit kuning
  • Sesak napas.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Tiopol jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau hati, anemia berat, penyakit tiroid, dan asma, serta menderita penyakit porfiria dan penyakit Addison

Interaksi obat:
Thiopental juga dapat berinteraksi dengan tembakau dan alkohol hingga menimbulkan efek samping.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Tiopol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:

  • Gejala overdosis Thiopental antara lain terjadinya efek paru (misalnya Apnea, laringospasme, batuk), efek kardiovaskular (misalnya Hipotensi berkembang menjadi syok) dan efek SSP (sistem saraf pusat).
  • Jika terjadi overdosis, hentikan obat dan pertahankan jalan napas, menggunakan respirasi dan oksigen yang dibantu atau dikontrol sesuai kebutuhan. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda vital (misalnya laju pernapasan), asupan cairan, gas darah, dan elektrolit serum. Laringospasme dapat dihilangkan dengan relaksan otot rangka, ventilasi tekanan positif, intubasi endotrakeal, atau bahkan trakeostomi.
Artikel
    Penyakit Terkait