Sukses

Pengertian Tineuron

Tineuron adalah obat yang mengandung Gabapentin. Tineuron diindikasikan untuk sebagai terapi tambahan dalam kejang umum sekunder pada pasien yang tidak dikontrol secara memuaskan oleh antikonvulsan standar, baik dalam terapi tunggal atau kombinasi. Sebagai terapi tambahan atau terapi antikonvulsan pada kejang ringan atau kompleks.

Keterangan Tineuron

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antikonvulsan.
  • Kandungan: Gabapentin 300 mg
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmasi: Lapi Indonesia.
  • Harga: Rp 100.000 - Rp 135.000 / Strip.

Kegunaan Tineuron

Tineuron diindikasikan untuk sebagai terapi tambahan dalam kejang umum sekunder pada pasien yang tidak dikontrol secara memuaskan oleh antikonvulsan standar, baik dalam terapi tunggal atau kombinasi.

Dosis & Cara Penggunaan Tineuron

Tineuron merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras. Penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Aturan penggunaan Tineuron secara umum adalah:

  • Dosis Lazim : Dewasa dan Anak Usia > 12 tahun: 900-1.800 mg / hari. Hari pertama: 1 kapsul 1 x sehari. Hari ke-2: 1 kapsul 2 x sehari. Hari ke-3: 1 kapsul 3 x sehari.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dengan CrCl 60-90 mL / menit 400 mg 3 x sehari,
    CrCl 30-60 mL / menit: 300 mg 2 x sehari
    CrCl15-30 mL / menit: 1 kapsul 1 x sehari
  • Pasien Hemodialisis
    Dosis awal: 300-400 mg.
    Dosis pemeliharaan: 200-300 mg 4 jam setelah hemodialisis.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Tineuron

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Tineuron, yaitu:
1. Mengantuk
2. Pusing
3. Kehilangan keseimbangan
4. Kelelahan
5. Sakit kepala
6. Penglihatan kabur
7. Radang selaput lendir hidung
8. Mual, muntah.

Overdosis
Penggunaan Gabapentin yang melebihi dosis anjuran dapat menimbulkan gejala pusing, mengantuk, penglihatan ganda, bicara cadel, diare ringan, lesu, dan kehilangan kesadaran

Interaksi Obat
Gabapentin dapat menimbulkan interaksi dengan obat-obat ini:

  • Opioid (misalnya morfin) dapat menimbulkan peningkatan risiko depresi susunan saraf pusat (misalnya mengantuk, sedasi dan depresi pernapasan).
  • Antasida: Dapat mengurangi bioavailabilitas.
  • Simetidin: Dapat mengurangi klirens ginjal.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan tineuron ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Gabapentin dapat masuk ke dalam ASI. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

 

Artikel
    Penyakit Terkait