Sukses

Pengertian Tidifar

Tidifar merupakan salah satu sediaan tablet yang mengandung Cimetidine, obat ini diproduksi oleh Ifars. Tidifar digunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, seperti sakit maag dan tukak lambung.

Cimetidine termasuk dalam golongan histamine H2-receptor antagonist. Cimetidine bekerja sebagai menghambat reseptor yang berperan dalam sekresi asam lambung sehingga produksi asam lambung akan menurun.

Keterangan Tidifar

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasid, Antirefluks, Antiulceran.
  • Kandungan : Cimetidine 200 mg; Cimetidine 200 mg
  • Bentuk : Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Ifars.
  • Harga: Rp 7.000 - Rp 15.000 / Strip

Kegunaan Tidifar

Tidifar digunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, seperti: sakit maag dan tukak lambung.

Dosis & Cara Penggunaan Tidifar

Tidifar merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, harus digunakan berdasarkan resep dokter. Aturan penggunaan Tidifar secara umum adalah:

  • Tukak lambung, duodenum dan akibat AINS: 400 mg 2 kali sehari atau 800 mg 1 kali perhari sebelum tidur selama 4-8 minggu.
  • Dosis pemeliharaan: 400 mg sebelum tidur.
  • Sindrom Zollinger-ellison: 400 mg 4 kali sehari/bisa lebih.
  • Pencegahan tukak karena stress : 200-400 mg setiap 4-6 jam.
  • Anak (usia 12-18 tahun): 400 mg 2-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Tidifar

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Tidifar, yaitu lelah, nyeri otot, pusing, sakit kepala, diare

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Tidifar pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitif (reaksi alergi berlebihan) terhadap komponen Tidifar tablet.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Tidifar:

  • Mengurangi penyerapan dasatinib, ketoconazole, itraconazole dan posaconazole.
  • Dapat meningkatkan kadar fenitoin, teofilin, lidokain, hidroksizin, dan antikoagulan oral dalam serum.
  • Penyerapan dapat dikurangi dengan antasida.
  • Penurunan bioavailabilitas dengan metoclopramide, sucralfate atau propantheline.
  • Dapat mempotensiasi efek myelosupresif (misal Agranulositosis, neutropenia) dari obat myelosupresif (misal Antimetabolit, zat alkilasi) atau terapi (misal Radiasi).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tidifar ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Cimetidine dapat masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait