Sukses

Pengertian Thiamphenicol

Thiamphenicol merupakan Obat Generik Bermerek (OGB) yang tersedia dalam bentuk kapsul dan sirup kering. Thiamphenicol digunakan untuk mengobati penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, seperti gonore (penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria Gonorrhoeae), dan mengobati infeksi bakteri yang rentan. Thiamphenicol termasuk dalam golongan antibiotik Kloramfenikol yang memiliki mekanisme kerja dengan menghambat sintesis protein bakteri yang rentan, sehingga menghambat pertumbuhan sel bakteri.

Thiamphenicol Sediaan Sirup Kering mengandung campuran obat dengan sakarosa, harus dilarutkan dalam jumlah air tertentu sebelum digunakan, jika sirup antibiotik belum dilarutkan, maka obat masih dapat digunakan hingga waktu kedaluwarsa (expired date) yang diberikan oleh pabrik. Namun, setelah mengalami pelarutan dengan air, obat hanya bisa digunakan dalam batas waktu tertentu, biasanya hanya 7 atau 14 hari sejak tanggal obat dilarutkan. Penyalahgunaan Antibiotik yang tidak tepat dosis dapat menyebabkan resistensi (kebal) terhadap bakteri dan menurunkan efektifitas kerja obat ini.

Keterangan Thiamphenicol

  1. Thiamphenicol Sirup Kering
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Chloramphenicol.
    • Kandungan : Thiamphenicol 125 mg/5 mL.
    • Bentuk : Sirup Kering.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @ 60 mL.
    • Farmasi: Bernofarm; Guardian Pharmatama.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Biothicol, Lacophen, Solathim, Thiamfilex, Thiamycin, Fosicol
    • Harga: Rp 8.000 - Rp 25.000 / Strip.
  2. Thiamphenicol Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Chloramphenicol.
    • Kandungan : Thiamphenicol 250 mg; Thiamphenicol 500 mg.
    • Bentuk : Kapsul.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ Kapsul.
    • Farmasi: Bernofarm; Pyridam Farma; First Medifarma; Sanbe Farma; Tropica Farma; Harbat Farma; Phapros; Sampharindo Perdana; SejahteraLestari Farma; Phyto Kemo Agung Farma
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Biothicol, Lacophen, Solathim, Thiamfilex, Canicol, Thiamnycin, Dexycol, Fosicol.

Kegunaan Thiamphenicol

Thiamphenicol digunakan untuk mengobati penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, seperti gonore.

Dosis & Cara Penggunaan Thiamphenicol

Thiamphenicol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras. Hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Aturan penggunaannya secara umum adalah:

  • Infeksi rentan dan infeksi menular seksual
    1,5 g / hari dalam dosis terbagi
    Parah: Dosis awal: Hingga 3 g / hari.
  • Gonore
    2,5 g / hari selama 1-2 hari atau 2,5 g pada hari pertama, kemudian 2 g / hari pada 4 hari berikutnya.

Efek Samping Thiamphenicol

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Thiamphenicol, yaitu:

  • Gangguan saluran pencernaan
  • Stomatitis ( pembengkakan pada lapisan mukosa dari struktur apa pun pada mulut)
  • Ensefalopati (mengacu pada kelainan struktur atau fungsi otak )
  • Depresi mental dan sakit kepala
  • Ototoksisitas (gangguan pada fungsi pendengaran dan keseimbangan akibat dari paparan obat )
  • Anemia hemolitik (bentuk Mediterania G6PD)
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan perdarahan, neuritis perifer dan optik.
  • Berpotensi Fatal: Depresi sumsum tulang; sindrom bayi abu-abu, reaksi alergi berat.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Thiamphenicol pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap antibiotik kloramfenikol.
  • Depresi sumsum tulang yang sudah ada sebelumnya (diskrasia darah).
  • Imunisasi aktif.
  • Wanita hamil dan menyusui. 

Interaksi Obat
Berpotensi Fatal: Obat-obatan yang menekan fungsi sumsum tulang.

Kategori Kehamilan
Walau belum dikategorikan, thiamphenicol disarankan untuk tidak dikonsumsi oleh wanita hamil karena obat ini dapat menembus ke dalam plasenta.

Perhatian Menyusui
Bagi wanita yang sedang menyusui sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi thiamphenicol karena obat ini bisa diserap ke dalam ASI.

Artikel
    Penyakit Terkait