Sukses

Pengertian Theochodil

Theochodil merupakan obat dengan kandungan theophylline dan ephedrine yang berfungsi untuk mengatasi Asma bronkhial dan bronkitis (peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus) karena influenza dan alergi.

Keterangan Theochodil

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antiasma dan Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Kandungan: Ephedrine Hcl 12.5 mg, Theophylline Anhydrous 130 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan penjualan: Tablet @ 10 Tablet
  • Kemasan: Box, 25 Catch Cover @ 1 Strip @ 4 Tablet
  • Farmasi: Global Multi Pharma

Kegunaan Theochodil

Theochodil digunakan untuk mengobati asma bronkhial dan bronkitis karena influenza dan alergi.

Dosis & Cara Penggunaan Theochodil

Aturan penggunaan Theochodil secara umum adalah:

  • Dosis penggunaan Theochocil tablet:
    • Dewasa: 3 kali sehari 1-2 tablet
    • Anak-anak: 2 kali sehari 1/2 tablet.
  • Dosis penggunaan theochocil sirup
    • Dewasa: 3 kali sehari 15-30 mL
    • Anak-anak: 2 kali sehari 7,5 ml.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Theochodil

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mengantuk, kejang seperti epileptik (pada penggunaan dengan dosis besar), pusing, mulut kering, gangguan saluran pencernaan, perdarahan saluran pencernaan, sakit kepala, kecemasan, insomnia (sulit tidur), dan berdebar.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Theochodil pada penderita yang memiliki riwayat hipersensitif atau reaksi alergi terhadap obat asmadex atau salah satu dari komponennya, orang yang sedang diterapi dengan MAOI.

Interaksi Obat

  • Berpotensial jika diberikan bersamaan dengan depresan sistem saraf pusat, efek diperpanjang dengan MAOI.
  • Menurunkan clearance hati dan meningkatkan waktu paruh obat pada pemakaian bersama dengan alopurinol, simetidin, vaksin flu, propanolol, eritromisin dan makrolid lain. Bersihan ditingkatkan oleh fenitoin.

Kemananan kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan theochodil ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait