Sukses

Pengertian Tetraxim Vaksin

Tetraxim merupakan vaksin yang diproduksi oleh PT. Sanofi. Tetraxim mengandung Diphteria toxoid protein, FHA, Filamentous Hemagglutinin, Inaktivated polio virus tipe 1, 2, 3 , Pertussistoxid Med Aluminiumhydroxid dan Tetanus toxoid. Vaksin ini berguna untuk pencegahan difteri, tetanus, pertusis dan poliomielitis antara usia 5 dan 13 tahun.

Keterangan Tetraxim Vaksin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vaksin
  • Kandungan: Diphteria toxoid protein, FHA, Filamentous Hemagglutinin, Inaktivated polio virus tipe 1, 2, 3 , Pertussistoxid Med Aluminiumhydroxid dan Tetanus toxoid
  • Bentuk: Prefilled Syringe
  • Satuan Penjualan: Prefilled Syringe
  • Kemasan: Box, 1 Prefilled Syringe @ 0,5 ml
  • Farmasi: PT. Sanofi
  • Harga: Rp 335.000 - Rp 600.000 / Box

Kegunaan Tetraxim Vaksin

Tetraxim digunakan untuk membentuk antibodi dan mencegah penyakit difteri, tetanus, dan polio.

Dosis & Cara Penggunaan Tetraxim Vaksin

Tetraxim merupakan vaksin yang termasuk ke dalam golongan obat keras.

Usia 5-13 tahun : 1 injeksi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 2-8 derajat Celcius, jangan dibekukan.

Efek Samping Tetraxim Vaksin

Efek samping saat penyuntikan vaksin Tetraxim:

  • Reaksi lokal misalnya, kemerahan dan indurasi> 2 cm
  • Demam
  • Eritema
  • Indurasi
  • Nyeri di tempat injeksi
  • Pembengkakan ≥5 cm di tempat injeksi
  • Diare
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Anak menangis tidak seperti biasanya atau berkepanjangan yang tidak dapat ditenangkan.

Kontraindikasi

  • Hipersensitif terhadap komponen Tetraxim atau vaksin pertusis (pertusis aselular atau sel-utuh)
  • Reaksi alergi setelah suntikan vaksin yang mengandung zat yang sama.
Artikel
    Penyakit Terkait