Sukses

Pengertian Ternix

Ternix merupakan obat yang mengandung paracetamol, pseudoephedrine HCl, chlorpheniramine maleate. Ternix sirup berfungsi untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Ternix plus berfungsi untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, batuk berdahak, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Keterangan Ternix

  1. Ternix Sirup
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Dekongestan, analgetik-antipiretik, dan anti histamin
    • Kandungan: paracetamol 250 mg, pseudoephedrine HCl 15 mg, chlorpheniramine maleate 1 mg
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Ifars
    • Harga: Rp 6.100 - Rp 15.000 / Botol.
  2. Ternix Plus
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Dekongestan, analgetik-antipiretik, ekspektroan dan anti histamin,
    • Kandungan:Paracetamol 250 mg, Pseudoephedrine HCl 15 mg, Chlorpheniramine maleate 1 mg, Guaifenesin 100 mg
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Ifars
    • Harga: Rp 6.500 - Rp 27.000 / Botol.

Kegunaan Ternix

Ternix berfungsi untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Dosis & Cara Penggunaan Ternix

Aturan penggunaan Ternix secara umum adalah:

  • Ternix Sirup
    • Anak 2-5 tahun: sehari 3 x 1/2 sendok takar (2.5 ml)
    • Anak 6-12 tahun: sehari 3 x 1 sendok takar (5mL)
    • Dewasa dan anak > 12 tahun: sehari 3 x sehari 2 sendok takar (10mL)
  • Ternix Plus
    • Anak 2-5 tahun: sehari 3 x 1/2 sendok takar (2.5 ml)
    • Anak 6-12 tahun: sehari 3 x 1 sendok takar (5mL)
    • Dewasa dan anak > 12 tahun: sehari 3 x sehari 2 sendok takar (10mL).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Ternix

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Ternix adalah mengantuk, insomnia, gangguan pencernaan, gelisah, tremor, mulut kering, palpitasi. Penggunaan dosis besar dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Ternix
  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati dan fungsi ginjal.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ternix ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait