Sukses

Pengertian Terazosin

Terazosin adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Terazosin juga digunakan oleh pria untuk mengobati gejala pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia-BPH). Obat ini tidak mengecilkan prostat, tapi bekerja dengan merelaksasi otot-otot di prostat dan bagian dari kandung kemih.

Keterangan Terazosin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihipertensi / Obat Lain untuk Gangguan Kandung Kemih dan Prostat
  • Kandungan: Terazosin HCl 1 mg; Terazosin HCl 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Dexa Medica

Merk dagang yang beredar di Indonesia
Hytroz, Hytrin.

Kegunaan Terazosin

Terazosin digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, mengobati gejala pembesaran prostat.

Dosis & Cara Penggunaan Terazosin

Terazosin termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Resep dokter.

  1. Pembesaran prostat jinak
    • Dewasa: Dosis awal: diberikan dosis 1 mg, diminum sebelum tidur, tingkatkan dosis secara bertahap pada interval mingguan sesuai dengan respons pasien.
    • Dosis pemeliharaan: diberikan dosis 5-10 mg, diminum 1 kali sehari.
  2. Hipertensi
    • Dewasa: Sebagai monoterapi atau dalam kombinasi dengan diuretik atau agen antihipertensi lainnya: Dosis awal: diberikan dosis 1 mg sebelum tidur, tingkatkan dosis secara bertahap pada interval mingguan sesuai dengan respons pasien.
    • Dosis pemeliharaan: diberikan dosis 2-10 mg diminum sekali sehari. Maksimal: 20 mg setiap hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Terazosin

Efek samping penggunaan Terazosin yang mungkin terjadi adalah:

  • Berat badan meningkat
  • Penurunan hematokrit
  • Nyeri punggung, nyeri ekstremitas, nyeri leher, nyeri bahu, asam urat, artralgia (nyeri sendi), radang sendi, gangguan sendi, mialgia (nyeri otot)
  • Sakit kepala, kesemutan, vertigo
  • Depresi, gugup, gelisah, susah tidur
  • Infeksi saluran kemih
  • Libido menurun, disfungsi ereksi
  • Hidung tersumbat

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Terazosin pada pasien yang memiliki riwayat sinkop miksi dalam pengobatan pembesaran prostat jinak.

Interaksi Obat

  • Peningkatan efek samping jika diberikan bersamaan dengan inhibitor ACE (misalnya: Captopril, enalapril); dan diuretik (misalnya: hidroklorotiazid, furosemid).
  • Efek hipotensi aditif jika diberikan bersamaan dengan agen antihipertensi lainnya.
  • Peningkatan konsentrasi dan hipotensi bermakna jika diberikan bersamaan dengan verapamil.
  • Efek penurunan tekanan darah aditif dan hipotensi simptomatik jika diberikan bersamaan dengan inhibitor fosfodiesterase tipe 5 (PDE5) (misalnya: Sildenafil, tadalafil).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Terazosin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Terazosin yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti tekanan darah rendah akut.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan suportif simtomatik dan kardiovaskular. Kembalikan tekanan darah normal dan detak jantung dengan menjaga pasien dalam posisi terlentang. Dapat diberikan ekspansi volume jika terjadi syok, kemudian vasopresor, jika perlu. Pantau fungsi ginjal. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait