Sukses

Pengertian Tensinop

Tensinop adalah sediaan obat yang untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang mengandung Lisinopril. Tensinop juga dapat digunakan untuk pasien gagal jantung, dan sebagai antidiuretik. Tensinop bekerja dengan menghambat peptidil dipeptidase, adalah penghambat ACE yang mencegah perpindahan angiotensin I menjadi angiotensin II, sehingga meningkatkan aktivitas renin plasma dan mengurangi sekresi aldosteron.

Keterangan Tensinop

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: ACE Inhibitors atau Direct Renin Inhibitors
  • Kandungan: Lisinopril 10 mg; Lisinopril 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Sanbe Farma PT

Kegunaan Tensinop

Tensinop digunakan untuk penobatan hipertensi, gagal jantung pada pasien tidak terkontrol dengan baik oleh terapi digitalis dan antidiuretik.

Dosis & Cara Penggunaan Tensinop

Tensinop merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan tensinop juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Hipertensi
    Dewasa: Dosis awal 10 mg per hari sebelum tidur
    Anak usia 6-16 tahun dan memiliki berat badan 20-
  • Gagal Jantung
    Dewasa : Dosis awal 2.5 mg per hari. Dosis dapat dinaikkan menjadi 20-40 mg selama 4 minggu.

Efek Samping Tensinop

  1. Sakit kepala.
  2. Diare.
  3. Mual.
  4. Batuk.
  5. Lelah.
  6. Ruam kulit.
  7. Pembengkakan


Kontraindikasi

Hindari penggunaan Tensinop pada pasien yang memiliki indikasi Riwayat angioedema terkait dengan pengobatan sebelumnya dengan ACE inhibitor.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Tensinop :

  1. Diuretik hemat-K, suplemen dan garam yang mengandung K
  2. Anestesi.
  3. Indometasin.


Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tensinop ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait