Sukses

Pengertian Tenoxicam

Tenoxicam adalah obat generik yang diproduksi oleh Pyridam Farma. Tenoxicam adalah AntiiInflamasi Non Streoid (AINS) yang memiliki aktivitas antiinflamasi (anti peradangan) dan analgesik (meredakan nyeri) serta beberapa aktivitas antipiretik (menurunkan demam). Tenoxicam bekerja dengan cara menghambat biosintesis prostaglandin (zat tubuh yang memberikan sinyal-sinyal nyeri) dan pengurangan akumulasi leukosit di tempat inflamasi (peradangan).

Keterangan Tenoxicam

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: AntiiInflamasi Non Streoid (AINS)
  • Kandungan: Tenoxicam 20 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @10 Kaplet
  • Farmasi: Pyridam Farma

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Pilopil, Notritis, Tilflam, Tilarco, Thenil, Oxaflam, Xotilon.

Kegunaan Tenoxicam

Tenoxicam digunakan untuk mengatasi gangguan muskuloskeletal akut, osteoartritis, dan artritis reumatoid (nyeri sendi).

Dosis & Cara Penggunaan Tenoxicam

Tenoxicam termasuk dalam golongan Obat Keras, sebaiknya penggunaan obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter:

  • Dewasa: 1 kaplet sebagai dosis tunggal, diminum pada waktu yang sama setiap hari. Durasi pengobatan: Hingga 7 hari untuk gangguan muskuloskeletal akut dan hingga 14 hari untuk kasus yang parah.
  • Lansia: Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 ° C.

Efek Samping Tenoxicam

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Tenoxicam, antara lain:

  • Dispepsia (nyeri perut bagian atas)
  • Mual, sakit perut dan ketidaknyamanan
  • Sembelit
  • Diare
  • Perut kembung
  • Gangguan pencernaan, tekanan epigastrium
  • Anoreksia (gangguan nafsu makan)
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Reaksi alergi
  • Asma
  • Penurunan hemoglobin
  • Peningkatan kadar transaminase serum
  • Mata bengkak, penglihatan kabur
  • Iritasi mata
  • Tinnitus (gangguan telinga yang mengakibatkan berdenging)
  • Edema (pembengkakan yang disebabkan oleh adanya penumbukan cairan)
  • Hipertensi
  • Gagal jantung

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Tenoxicam pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap tenoxicam, aspirin atau AINS lainnya.
  • Riwayat atau ulserasi peptik aktif, perdarahan saluran cerna (melaena, hematemesis) atau gastritis berat.
  • Gagal jantung yang parah.
  • Trimester terakhir kehamilan.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Tenoxicam:

  • Peningkatan risiko efek samping (terutama GI) dengan salisilat dan AINS lainnya.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan antikoagulan lainnya. Dapat mengurangi efek obat antihipertensi.
  • Peningkatan risiko nefrotoksisitas dengan siklosporin.
  • Peningkatan risiko kejang dengan kuinolon.
  • Dapat mengurangi eliminasi lithium.
  • Dapat mengganggu kerja natriuretik diuretik.
  • Dapat meningkatkan toksisitas metotreksat.
  • Dapat mengurangi efek mifepristone.
  • Peningkatan risiko perdarahan gastrointestinal dengan kortikosteroid.

Overdosis

  • Pemberian Tenoxicam yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti sakit kepala, mual, muntah, nyeri ulu hati, perdarahan saluran pencernaan, jarang: diare, disorientasi, eksitasi, koma, mengantuk, pusing, tinnitus, pingsan, kadang-kadang kejang. Gagal ginjal akut dan kerusakan hati dapat terjadi.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik. Pastikan keluaran urin baik. Kejang yang sering atau berkepanjangan harus diobati dengan diazepam melalui injeksi intravena. Dapat diberikan golongan obat H2-antagonist. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait