Sukses

Pengertian Taxilan

Taxilan merupakan obat yang di produksi oleh Pharos Indonesia. Obat ini mengandung Sucralfate yang diindikasikan untuk tukak lambung, gastritis kronis, mencegah perdarahan gastrointestinal akibat ulserasi stres. Mekanisme kerja obat ini adalah melindungi lapisan saluran pencernaan terhadap asam peptat, pepsin, dan garam empedu dengan mengikat protein bermuatan positif dalam eksudat membentuk zat perekat seperti pasta kental sehingga membentuk lapisan pelindung.

Keterangan Taxilan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antireflux, dan Antiulceran
  • Kandungan: Sucralfate 500 mg/5mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 180 ml
  • Farmasi: Pharos Indonesia

Kegunaan Taxilan

Taxilan diindikasikan untuk tukak lambung, gastritis kronis, mencegah perdarahan gastrointestinal akibat ulserasi stres.

Dosis & Cara Penggunaan Taxilan

Taxilan merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan taxilan juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Tukak Lambung
    • Dewasa: 2 sendok teh 4 x sehari atau 4 sendok teh 2 x sehari untuk 4-8 minggu, dapat diperpanjang hingga 12 minggu jika perlu.
      Dosis pemeliharaan untuk mencegah kekambuhan tukak duodenum: 2 sendok teh 2 x sehari. Maksimal: 8 g setiap hari.
  2. Gastritis Kronis
    • Dewasa: 2 sendok teh 4 x sehari atau 4 sendok teh 2 x sehari untuk 4-8 minggu, dapat diperpanjang hingga 12 minggu jika perlu. Maksimal: 8 g setiap hari.
  3. Profilaksis Perdarahan Gastrointestinal Akibat Ulserasi Stres
    • Dewasa: 2 sendok teh 6 x sehari. Maksimal: 8 g setiap hari.

Efek Samping Taxilan

Gugup, sakit kepala, pusing, kantuk, susah tidur, vertigo, sembelit, diare, mual, muntah, perut kembung, gangguan pencernaan, ketidaknyamanan lambung, mulut kering, nyeri punggung, gatal seluruh tubuh, ruam kulit.

Interaksi Obat:
Dapat meningkatkan kadar Al dalam tubuh jika digunakan bersamaan dengan obat yang mengandung Al (misalnya: Antasida yang mengandung Al). Dapat mengurangi penyerapan tetrasiklin, ranitidin, ketokonazol, teofilin, fenitoin, simetidin, ciprofloxacin, norfloxacin, dan digoxin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan taxilan ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait