Sukses

Pengertian Tamofen

Tamofen merupakan obat yang mengandung Tamoxifen. Tamofen digunakan untuk membantu mengobati kanker payudara yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, mengobati kanker payudara pada pasien tertentu setelah operasi dan terapi radiasi, membantu mengatasi infertilitas anovulasi (ketidaksuburan). Selain itu, Tamofen juga bisa diresepkan untuk mengurangi kemungkinan berkembangnya kanker payudara pada wanita yang memiliki risiko tinggi mengidap penyakit tersebut.

Keterangan Tamofen

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Terapi Hormon Kanker
  • Kandungan: Tamoxifen 10 mg; Tamoxifen 15.2 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Kalbe Farma

Kegunaan Tamofen

Tamofen digunakan untuk membantu mengobati kanker payudara yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, mengobati kanker payudara pada pasien tertentu setelah operasi dan terapi radiasi, mengurangi perkembangan kanker payudara, membantu mengatasi infertilitas anovulasi (ketidaksuburan).

Dosis & Cara Penggunaan Tamofen

Tamofen merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan tamofen juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Mengurangi kejadian kanker payudara pada wanita berisiko tinggi
    Dewasa: 20 mg setiap hari selama 5 tahun.
  • Kanker payudara
    Dewasa: 20 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Maksimal: 40 mg setiap hari.
  • Infertilitas anovulasi
    Dewasa: 20 mg setiap hari pada hari ke 2-5 dari siklus menstruasi, dosis dapat di tingkatkan jika perlu dalam siklus berikutnya. Maksimal: 80 mg setiap hari.
  • Wanita dengan menstruasi tidak teratur: terapi awal dapat dimulai pada hari apa saja dan terapi kedua mungkin dimulai 45 hari kemudian.

Efek Samping Tamofen

  • Mual
  • Perdarahan atau pengeluaran vagina
  • Kulit kering, ruam
  • Sakit kepala, pusing
  • Kram otot
  • Trombositopenia
  • Peningkatan enzim hati
  • Hipertrigliseridemia


Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Tamofen pada pasien:

  • Riwayat DVT atau emboli paru.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Terapi antikoagulan tipe kumarin diberikan bersamaan.


Interaksi Obat:

  • Meningkatkan efek dopaminergik bromokriptin.
  • Peningkatan risiko kejadian tromboemboli jika diberikan bersamaan dengan obat sitotoksik.
  • Peningkatan risiko perdarahan jika diberikan bersamaan dengan inhibitor agregasi platelet.
  • Dapat saling mengurangi efek dengan persiapan hormon terutama estrogen (misalnya: kontrasepsi oral).
  • Mengurangi kadar plasma jika diberikan bersamaan dengan inducator CYP3A4 (misalnya: Rifampisin) dan inhibitor CYP2D6.
  • Peningkatan kadar plasma jika diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4.
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan signifikan efek antikoagulan dengan antikoagulan tipe kumarin (misalnya: Warfarin).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tamofen ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait