Sukses

Pengertian Tamcocin

Tamcocin merupakan sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Pt Pyridam Farma Tbk. Tamcocin adalah obat yang digunakan untuk infeksi anaerob yang parah. Setiap tablet Tamcocin mengandung Lincomycin Hydrochloride 500 mg. Lincomycin memberikan efek bakteriostatik dan bakterisidal dengan mengikat subunit ribosom 50S. Sehingga menghasilkan penghambatan sintesis protein, khususnya pembentukan ikatan peptida, pada organisme yang rentan.

Keterangan Tamcocin

  • Golongan : Obat Bebas
  • Kelas Terapi : Antibiotik
  • Kandungan : Lincomycin Hydrochloride 500 mg
  • Bentuk : Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmasi : PT Pyridam Farma Tbk

Kegunaan Tamcocin

Tamcocin adalah obat yang digunakan untuk infeksi bakteri yang parah.

Dosis & Cara Penggunaan Tamcocin

Tamcocin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan tamcocin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Infeksi anaerob yang parah
    • Dewasa: 500 mg 3-4 kali sehari.
    • Anak: ≥1 bulan 30-60 mg / kg setiap hari dalam dosis terbagi.

Efek Samping Tamcocin

Mual, muntah, diare, sakit perut, gatal ruam, vaginitis, leukopenia, neutropenia, penyakit kuning, sakit kepala, mialgia, tinitus, pusing, dan vertigo.

Kontraindikasi:
Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan obat Tamcocin Tablet, lincomycin atau clindamycin.

Interaksi Obat:
Dapat mempotensiasi efek agen penghambat neuromuskuler (misal. Pancuronium, tubocurarine).
Mengurangi penyerapan saluran cerna dengan kaolin.
Dapat melawan efek eritromisin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan tamcocin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait