Sukses

Pengertian Taflotan

Taflotan merupakan tetes mata yang diproduksi oleh Meiji / Santen. Taflotan mengandung Tafluprost yang digunakan untuk mengobati glaukoma (suatu kondisi di mana peningkatan tekanan pada mata dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap) dan hipertensi okular (suatu kondisi yang menyebabkan peningkatan tekanan pada mata). Tafluprost ada dalam kelas obat yang disebut analog prostaglandin. Ini menurunkan tekanan di mata dengan meningkatkan aliran cairan mata alami keluar dari mata.

Keterangan Taflotan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antiglukoma.
  • Kandungan : Tafluprost
  • Bentuk : Tetes Mata
  • Satuan Penjualan : Botol Plastik
  • Kemasan : Dus, Botol Plastik @ 2.5 ml
  • Farmasi : Meiji / Santen

Kegunaan Taflotan

Taflotan diindikasikan untuk pasien yang memiliki penyakit glukoma.

Dosis & Cara Penggunaan Taflotan

Taflotan 2.5 mL Tetes Mata merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Taflotan 2.5 mL Tetes Mata juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa : Glaukoma sudut terbuka 0.0015% teteskan 1 tetes ke mata yang terkena sekali sehari pada malam hari.

Efek Samping Taflotan

Efek samping
Efek samping yang dapat timbul akibat penggunaan Taflotan Tetes Mata yaitu :
1. Edema makula
2. Pigmentasi iris
3. Perubahan bulu mata.
4. Sakit kepala.
5. Batuk, pilek biasa, eksaserbasi asma, dyspnoea.
6. Infeksi saluran kemih.
7. Hiperemia anemia konjungtiva
8. Konjungtivitis alergi
9. Penglihatan kabur
10. Blepharitis
11. Keratitis punctate
12. Edema kelopak mata dan mata konjungtiva
13. Mata kering
14. Iritis
15. Katarak
16. Nyeri mata
17. Iritasi mata.

Kontraindikasi : -

Interaksi Obat :
Analog Prostaglandin.

Kategori Kehamilan :
Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait