Sukses

Pengertian Tabas

Tabas merupakan obat yang diproduksi oleh Meprofarm Indonesia. Tabas mengandung Terbutaline Sulfat yang digunakan untuk mengobati gangguan pada otot bronkus yang rentan terjadi pada orang dengan penyakit asma atau alergi (bronkopasme akut). Terbutaline bekerja dengan cara merangsang adenyl cyclase intraseluler, yang mengakibatkan relaksasi otot polos bronkus.

Keterangan Tabas

  1. Tabas Tablet
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antiastatik dan Persiapan penyakit paru kronis kronik (PPOK)
    • Kandungan : Terbutaline sulphate 2.5 mg
    • Bentuk : Tablet
    • Satuan Penjualan : Botol
    • Kemasan : Botol @ 100 Tablet
    • Farmasi : Meprofarm Indonesia
  2. Tabas Sirup
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antiastatik dan Persiapan penyakit paru kronis kronik (PPOK)
    • Kandungan : Terbutaline sulphate 1.5 mg/ 5 ml
    • Bentuk : Sirup
    • Satuan Penjualan : Botol
    • Kemasan : Botol @ 100 ml
    • Farmasi : Meprofarm Indonesia

Kegunaan Tabas

Tabas adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan yang terjadi otot bronkus yang rentan terjadi pada orang dengan penyakit asma atau alergi (bronkopasme akut).

Dosis & Cara Penggunaan Tabas

Tabas merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan tabas juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa
    Dosis awal: 2,5 mg atau 3 mg, hingga 5 mg jika diperlukan.
  • Anak
    • Anak usia <12 tahun: Dosis awal: 0,05 mg / kg berat badan / dosis, diberikan 3 kali sehari. Dosis dapat di tingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan. Maksimal: 5 mg / hari
    • Anak usia: 12-15 tahun 2,5 mg, diberikan 3 kali sehari.

Efek Samping Tabas

  • Takikardia
  • Gugup, gemetaran
  • Jantung berdebar
  • Pusing, sakit kepala
  • Mual, muntah
  • Mengantuk
  • Muka memerah
  • Berkeringat
  • Kram otot

Kontraindikasi:
Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan obat Tabas Tablet, dan pasien dengan riwayat penyakit tirotoksikosis, hipertensi, diabetes mellitus, ketoasidosis, kelainan kejang, insufisiensi koroner, atau aritmia terkait, anak- anak, dan wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:
Peningkatan risiko perdarahan dan gangguan irama ventrikel yang serius jika diberikan bersamaan dengan anestesi halogen.

  • Dapat mengurangi efek obat anti-diabetes.
  • Peningkatan risiko hipokalaemia jika diberikan bersamaan dengan agen penipisan K (misalnya: Diuretik).
  • Agonis β dan kortikosteroid jika diberikan bersamaan dapat menyebabkan edema paru.
  • Dapat secara parsial atau total menghambat efek β-blocker non-selektif.

Kategori Kehamilan: 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan tabas ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

 

Artikel
    Penyakit Terkait