Sukses

Pengertian Sydnatron

Sydnatron adalah obat yang mengandung Ondansetron HCl yang berfungsi untuk menekan mual dan muntah. Sydnatron dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh terapi obat kanker (kemoterapi) dan terapi radiasi. Sydnatron bekerja dengan cara menghalangi salah satu zat alami tubuh (serotonin) yang menyebabkan muntah. Apabila serotonin dihambat maka dapat menekan mual dan muntah pada sistem saraf pusat.

Keterangan Sydnatron

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiemetik
  • Kandungan: Ondansetron 2 mg/ mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Kemasan: Ampul
  • Satuan Penjualan: Box, 5 Ampul @ 2 mL dan 4 mL
  • Farmasi: Sydna Farma

Kegunaan Sydnatron

Sydnatron digunakan mengurangi rasa mual dan muntah.

Dosis & Cara Penggunaan Sydnatron

Sydnatron merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Sydnatron juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.:

  1. Mual dan muntah pasca operasi
    • Dewasa: 4 mg melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) lambat atau injeksi intramuskular (melalui otot) diberikan sebagai dosis tunggal pada induksi anestesi.
    • Anak usia ≥1 bulan dengan berat badan ≤40 kg: 0,1 mg / kg berat badan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) lambat saat induksi anestesi.
    • Anak usia ≥1 bulan dengan berat badan > 40 kg: 4 mg melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) lambat sebagai dosis tunggal pada induksi anestesi. Maksimal: 4 mg / dosis.
  2. Pencegahan mual dan muntah yang diinduksi kemoterapi
    • Dewasa: Kemoterapi sedang dengan emetogenik: 8 mg melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) lambat sebagai dosis tunggal. Atau, 0,15 mg / kg berat badan melalui injeksi intravena lambat sebagai dosis tunggal.
      Kemoterapi sangat emetogenik: 8 mg melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) lambat atau injeksi intramuskular (melalui otot) sebagai dosis tunggal segera sebelum pengobatan, dapat dilanjutkan dengan infus intravena1 mg / jam terus menerus hingga 24 jam, atau dengan 2 dosis lebih lanjut 8 mg dengan jarak waktu 4 jam. Atau, 16 mg melalui infus intravena (melalui pembuluh darah) selama setidaknya 15 menit segera sebelum perawatan; atau 0,15 mg / kg berat badan melalui infus intravena (melalui pembuluh darah) selama 15 menit, diberikan 30 menit sebelum kemoterapi, dapat dilanjutkan dengan 2 dosis lanjut 8 mg dengan jarak pemberian selama 4 jam. Maksimal: 16 mg / dosis.
    • Anak usia ≥6 bulan: 0,15 mg / kg berat badan (Maksimal 8 mg) melalui infus intravena (melalui pembuluh darah) diberikan 30 menit sebelum kemoterapi. Dosis dapat diulangi dengan jarak pemberian 4 dan 8 jam setelah dosis awal.
    • Lansia <75 tahun: Maksimal: 16 mg melalui infus intravena (melalui pembuluh darah) selama minimal 15 menit
    • Lansia ≥75 tahun: Awalnya, 8 mg melalui infus intravena (melalui pembuluh darah) selama setidaknya 15 menit, dapat dilanjutkan dengan 2 dosis lebih 8 mg dengan jarak pemberian selama 4 jam.
  3. Pencegahan mual dan muntah yang berhubungan dengan terapi radiasi
    • Dewasa: 8 mg melalui intravena (melalui pembuluh darah) lambat atau injeksi intramuskular (melalui otot) segera sebelum perawatan.
    • Lansia usia ≥75 tahun: Dosis awal maksimal: 8 mg melalui infus intravena (melalui pembuluh darah) selama 15 menit, dapat dilanjutkan dengan 2 dosis lanjut 8 mg dengan jarak pemberian 4 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 2-30 ° C. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Sydnatron

Efek samping penggunaan Sydnatron yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Konstipasi
  • Rasa panas pada kepala dan epigastrum
  • Sedasi dan diare

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Ondansentron.

Interaksi Obat

  • Jika dikonsumsi bersama tramadol, Ondansetron dapat mengurangi efek pereda nyeri (analgetik) dari tramadol.
  • Rifampicin dan obat golongan perangsang CYP3A4 lainnya; dapat menurunkan efek dan kadar ondansetron.
  • Obat-obatan yang dapat memperpanjang jarak QT, misalnya obat antiaritmia; menambah efek perpanjangan interval QT pada irama jantung.
  • Obat kardiotoksik, seperti anthrasiklin; dapat meningkatkan risiko aritmia.
  • Apomorfin; efek hipotensi dari apomorfin dapat meningkat, dan berpotensi menyebabkan kematian.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Sydnatron ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Pemberian Sydnatron yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti tekanan darah rendah, gangguan penglihatan, konstipasi parah, episode vasovagal dengan blok AV derajat 2 sementara, dan sindrom serotonin ditandai dengan muntah, diare, agitasi, takikardia, tremor, kejang, delirium, dan koma pada anak-anak.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan suportif dan simtomatik (dibantu oleh tenaga medis profesional).
Artikel
    Penyakit Terkait