Susu dan Nutrisi

Pulmosol - Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

apt. Yasmin Azhar, S.Farm, 10 Okt 2025

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Pulmosol adalah susu tinggi protein dengan karbohidrat, lemak, serat, vitamin, dan mineral untuk melengkapi nutrisi pasien dewasa, dapat dikonsumsi sebagai asupan tambahan atau pengganti makanan.

Pulmosol - Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Pulmosol

Golongan Susu
Kategori obat Susu dan nutrisi
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk obat Serbuk
Pulmosol untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori NA: Belum dilakukan penelitian terkait keamanan susu Pulmosol bila dikonsumsi oleh ibu hamil dan penggunaanya tidak diperuntukkan untuk ibu hamil.

Peringatan menyusui: Beberapa kandungan susu dapat terekskresi ke dalam ASI. Sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Pengertian Pulmosol

Pulmosol adalah susu dengan kandungan nutrisi lengkap yang membantu memenuhi kebutuhan gizi pada pasien dewasa dengan riwayat malnutrisi, penurunan berat badan, atau kesulitan memenuhi asupan makan akibat gangguan kesehatan tertentu, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan.

Pulmosol tersusun dari protein, karbohidrat, lemak (MCT, omega-3, omega-6, DHA, EPA), vitamin, mineral, serat pangan (inulin), serta asam amino esensial (BCAA) dan glutamin yang dapat dijadikan nutrisi penunjang pada pasien dengan penyakit paru kronis (PPOK, bronkitis, emfisema), pneumonia, TB paru, Covid-19 dengan gangguan pernapasan, serangan asma, serta pasien yang membutuhkan ventilator atau alat bantu napas.

Kandungan protein dan BCAA berperan dalam menjaga massa otot dan mendukung perbaikan jaringan tubuh, sementara MCT memberikan sumber energi cepat yang mudah diserap. Omega-3, DHA, dan EPA membantu mengurangi peradangan dan mendukung fungsi paru, sedangkan vitamin dan mineral berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, metabolisme energi, dan kesehatan tulang. Serat pangan inulin mendukung kesehatan pencernaan dengan menjaga keseimbangan flora usus.

Pulmosol diproduksi oleh PT Kalbe Farma Tbk dalam bentuk susu dengan rasa vanilla yang dapat dikonsumsi sebagai makanan pengganti (full feeding) maupun sebagai tambahan nutrisi sesuai dengan kebutuhan pasien. Penggunaan susu ini sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga medis.

Artikel lainnya: Ragam Buah Penurun Demam yang Bisa Jadi Pilihan

Keterangan Susu Pulmosol

Pulmosol Serbuk

  • Golongan: Susu dan nutrisi
  • Kelas terapi: Nutrisi
  • Kandungan: Energi 240 Kkal, Lemak 11 g, Protein 12,5 g, Karbohidrat 24 g, Natrium 55 mg, Vitamin A 15% AKG, Vitamin B1 15% AKG, Vitamin B2 15% AKG, Vitamin B3 10% AKG, Vitamin B5 15% AKG, Vitamin B6 10% AKG, Asam folat 15% AKG, Vitamin B12 15% AKG, Vitamin C 20% AKG, Vitamin D3 15% AKG, Vitamin E 10% AKG, Biotin 10% AKG, Kalium 10% AKG, Kalsium 10% AKG, Fosfor 10% AKG, Besi 8% AKG, Yodium 10% AKG, Seng 20% AKG, Leusin 1,2 g, Isoleusin 0,7 g, Valin 0,75 g, Glutamin 1,8 g, MCT 1,4 g, Omega 3 0,4 g, Omega 6 1,6 g, DHA 75 mg, EPA 25 mg, Serat pangan 1 g, Inulin 1 g, Laktosa 0,5 g
  • Kemasan: Plastik/Alumunium foil dan karton (50 g, 150 g/ 3 sachet @50 g) 
  • Harga Susu Pulmosol: Rp 70.000 - Rp 85.000 per kotak.

Kegunaan Pulmosol

Pulmosol digunakan untuk mencukupi kebutuhan gizi pasien sebagai makanan pengganti (full feeding) atau tambahan pada pasien dewasa dengan risiko malnutrisi, gangguan berat badan, asupan makan yang tidak tercukupi hingga gangguan pernapasan, seperti:

  • Penyakit paru kronis (PPOK, bronkitis dan emfisema)
  • Pneumonia
  • TB paru
  • Pasien dengan alat bantu pernapasan/ventilator
  • Covid 19 dengan gangguan pernapasan
  • Serangan asma  

Dosis dan Aturan Pakai Pulmosol

Pulmosol termasuk susu kesehatan, yang digunakan atas anjuran dokter. Berikut adalah aturan minum dan dosis penggunaan susu Pulmosol, secara umum:

Tujuan: Mencukupi kebutuhan gizi pasien dewasa dengan risiko malnutrisi, gangguan berat badan, kesulitan menelan dan gangguan pernapasan.

Bentuk: Pulmosol serbuk

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa : mengikuti petunjuk dokter atau ahli gizi sesuai kebutuhan pasien.

Cara Menggunakan

Gunakan Pulmosol sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada luar kemasan, bila susu digunakan secara rutin sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Berikut adalah aturan pakai Pulmosol yang perlu Kamu patuhi:

Pulmosol Serbuk

  • Sediakan air hangat sebanyak 180 mL sebelum menyeduh susu.
  • Masukkan 1 sachet susu Pulmosol (±50g) ke dalam air hangat untuk mendapatkan 220 mL larutan.
  • Untuk membuat 100 mL larutan, dapat dengan melarutkan 23 g serbuk susu pulmosol dalam 80 mL air panas, setelahnya aduk secara merata.
  • Setelah susu terlarut secara sempurna dapat dikonsumsi secara langsung atau melalui sonde.

Apabila Kamu lupa meminum susu, segera minum jika jeda dengan waktu selanjutnya masih lama. Jika jedanya singkat, lupakan dosis yang tertinggal. Jangan menggandakan dosis pada waktu bersamaan.


Cara Penyimpanan

Simpan susu Pulmosol ditempat yang kering dan sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Hindari area lembab seperti kamar mandi atau dapur. 

Simpan susu jauh dari bahan kimia, produk pembersih, atau zat-zat yang berbau kuat yang dapat meresap ke dalam susu.

Susu yang sudah dilarutkan sebaiknya segera dikonsumsi. Jika tidak habis, simpan di lemari es pada suhu  2–4 °C dan habiskan dalam 4 jam.

Susu Pulmosol yang belum dibuka dari kemasan primernya dapat disimpan hingga batas kedaluwarsa produk berakhir. Namun, yang sudah dibuka sebaiknya dihabiskan dalam 2-3 minggu.

Kamu dapat sesuaikan dengan informasi yang tersedia pada kemasan susu. Namun, segera hentikan penggunaan susu bila terjadi perubahan dari segi bentuk, warna dan bau.

Apabila susu berlebih dan tidak dikonsumsi lagi, jangan buang limbahnya sembarangan. Pisahkan dari produk lainnya dan musnahkan dengan prosedur yang tepat atau dapat Kamu tanyakan pada apoteker.

Artikel lainnya: 18 Pilihan Obat Sakit Kepala yang Bisa Ditemukan di Apotek

Efek Samping Pulmosol

Pulmosol diminum sesuai dengan dosis yang dianjurkan, umumnya aman dan tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. Namun, pada saat susu dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan metabolik, salah satunya:

  • Berat badan meningkat
  • Lebih mudah lesu dan lelah
  • kalori harian berlebih 

Beberapa kandungan pada susu seperti protein, serat pangan, inulin, dan sedikit laktosa dapat menimbulkan gangguan pencernaan dengan gejala berikut:

  • diare
  • mual 
  • nyeri perut
  • begah

Protein susu, lemak (MCT), dan kandungan lainnya pada susu berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Kondisi ini ditandai dengan munculnya gejala, seperti:

  • kelelahan
  • ruam kemerahan pada kulit
  • gatal-gatal
  • kesemutan

Overdosis

Mengonsumsi Susu Pulmosol secara berlebihan berpotensi menyebabkan keracunan vitamin atau mineral tertentu terutama jika dikombinasikan dengan suplemen tambahan atau multivitamin dengan kandungan sama serta penggunaan jangka panjang. Berikut gejala yang umum terjadi, bila ditinjau dari kandungan susu, seperti:

  • Mual, muntah
  • Diare
  • Begah
  • Nyeri perut
  • Mati rasa di tangan atau kaki 
  • Kulit kering, pecah-pecah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Nafsu makan menurun
  • lemas
  • Kelelahan
  • Hati membesar (hepatomegali

Bila ditemukan gejala-gejala yang merugikan setelah mengonsumsi suplemen melebihi dosis wajar, segera hubungi bantuan tim medis darurat ke nomor 112/119 atau segeralah ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat.

Interaksi Pulmosol dengan Obat Lain

Pulmosol dapat menimbulkan reaksi interaksi obat jika dikonsumsi bersamaan dengan zat aktif lainnya, seperti:

  • Penggunaan bersama dengan obat antikoagulan seperti warfarin dapat menyebabkan peningkatan risiko perdarahan karena kandungan vitamin A (yang larut lemak) pada susu dapat memperkuat efek antikoagulan.
  • Kombinasi dengan antibiotik golongan tetrasiklin atau fluoroquinolon dapat menyebabkan penurunan penyerapan besi di saluran pencernaan, sehingga efektivitas antibiotik bisa berkurang.
  • Dapat menurunkan absorpsi zat besi bila digunakan bersama dengan antasida dan membuat terapi besi jadi tidak efektif.
  • Berhati-hati menggunakan obat tiroid seperti levothyroxine bersamaan dengan Pulmosol karena zat besi bisa menghambat penyerapan obat
  • Hindari penggunaan obat bisphosphonate (misalnya alendronate) bersamaan dengan produk yang mengandung zat besi atau kalsium tinggi, karena kalsium dan besi dapat mengikat bisphosphonate dalam saluran cerna dan mengurangi absorpsinya.

Peringatan dan Perhatian

Pulmosol hanya diberikan secara oral, baik diminum langsung atau melalui sonde dan bukan untuk penggunaan parenteral.

Penggunaan susu sebagai pengganti makanan (full feeding) hanya berdasarkan arahan dokter serta pemberiannya harus sesuai dengan takaran yang tentukan.

Sebelum mengonsumsi susu, sebaiknya pastikan tidak melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan, terutama vitamin A dan D.

Asupan vitamin A yang berlebihan selama terapi berlangsung dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, osteoporosis, ruam hingga rambut rontok. Sebaiknya hindari tambahan suplemen vitamin A lainnya.

Pemberian susu pulmosol pada pasien dengan kondisi tertentu harus berhati hati karena berpotensi menimbulkan reaksi yang merugikan, salah satunya: 

  • Bayi
  • Anak-anak
  • Wanita hamil
  • Ibu menyusui 
  • Penderita gangguan ginjal, hati, dan gangguan metabolik.

Segera hentikan penggunaan susu dan berkonsultasi ke tenaga kesehatan terkait, bila ditemukan gejala seperti mual, muntah, sakit perut, hingga kelelahan.

Kontraindikasi

Selain itu, perhatikan juga adanya kontraindikasi. Orang-orang dengan kondisi berikut tidak disarankan menggunakan Pulmosol:

  • Pasien yang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap salah satu kandungan susu, yang menunjukkan berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, gatal pada kulit, kemerahan, bibir, lidah, atau wajah bengkak.
  • Diare kronis
  • Perdarahan saluran cerna
  • Intoleransi laktosa berat
  • Fenilketonuria (PKU)
  • Gagal ginjal berat
  • Gangguan hati berat

Artikel lainnya: 8 Jenis Demam dan Penyebabnya yang Perlu Kamu Waspadai

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Pulmosol masuk kategori NA untuk keamanan ibu hamil. Ini artinya, Pulmosol belum termasuk pada salah satu kategori keamanan obat pada ibu hamil menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Secara umum, penggunaan Pulmosol aman untuk ibu hamil bila digunakan sesuai anjuran dan jika tidak ada suplemen tambahan yang menyebabkan akumulasi vitamin A atau zat lain. Menghitung perkiraan jumlah vitamin dan mineral per sajian dari data AKG lebih dianjurkan bila ingin menambah asupan vitamin dan mineral lainnya.

Beberapa kandungan yang terdapat dalam susu  dapat tersalur melalui air susu ibu (ASI) dalam jumlah yang sangat kecil kepada bayi. Beberapa nutrisi pada susu seperti vitamin B, C, D, DHA dapat meningkat di ASI sesuai asupan ibu dan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi. Sebaiknya penggunaan susu pada wanita hamil dan ibu menyusui harus sesuai dengan arahan dokter atau ahli gizi.

Penyakit Terkait

  • Kekurangan Nutrisi
  • Malnutrisi 
  • Gangguan menelan
  • PPOK
  • Pneumonia 
  • TB Paru
  • Penurunan berat badan

Rekomendasi Suplemen Sejenis Pulmosol

  • Nutrican
  • Peptisol
  • Supportan Drink Tropical Fruits

Yuk, download aplikasi media kesehatan KlikDokter sekarang juga! Jika kamu membutuhkan informasi seputar obat maupun informasi seputar penyakit, tersedia kolom pencarian yang memudahkan kamu untuk mengakses informasi lebih dalam.

  • Cek BPOM.(2025).Pulmosol.


  • KalbeMed. (2025). Pulmosol – Produk nutrisi medis.https://kalbemed.com/product/id/pulmosol-1


  • Scribd. (2021). Info Pulmosol [Online]. https://www.scribd.com/document/493073475/info-pulmosol


  • National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (2025). Vitamin A fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-HealthProfessional/


  • National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (2025). Iron fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-HealthProfessional/

  • Mahan, L. K., & Raymond, J. L. (2017). Krause’s food & the nutrition care process (14th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.