Sukses

Pengertian Sulfasalazine

Sulfasalazine merupakan obat berbentuk kaplet salut enterik yang di produksi oleh Bernofarm. Obat ini mengandung Sulfasalazine yang di indikasikan untuk mengobati radang sendi dan radang usus. Mekanisme kerja sulfasalazine tidak ditentukan. Sulphasalazine mungkin memiliki aksi anti-peradangan langsung di usus besar. Secara sistemik mengganggu sekresi oleh penghambatan sintesis prostaglandin (zat yang dihasilkan dalam tubuh apabila prostaglandin diproduksi dapat menyebabkan alergi).

Keterangan Sulfasalazine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti-Rematik yang di Modifikasi atau Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti-Inflamasi
  • Kandungan: Sulfasalazine 500 mg
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan:  Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Bernofarm

Kegunaan Sulfasalazine

Sulfasalazine di gunakan untuk mengobati penyakit radang usus, dan rheumatoid arthritis (radang sendi).

Dosis & Cara Penggunaan Sulfasalazine

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Penyakit Radang Usus

Dewasa:
Dosis awal: 1-2 g, di berikan 4 x sehari .
Dosis pemeliharaan: 2 g / hari dalam dosis terbagi.

Anak Usia ≥2 tahun
40-60 mg / kgBB / hari dalam dosis terbagi.
Dosis pemeliharaan: 20-30 mg / kgBB / hari dalam dosis terbagi.

Radang Sendi

Dewasa:
Dosis awal: 1 kaplet setiap hari untuk minggu pertama, tingkatkan dosis sebesar 1 kaplet setiap minggu. Maksimal: 3 g setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi.
Anak:
Untuk Rheumatoid Arthritis Juvenile Poliartikular Usia ≥6 tahun:
30-50 mg / kgBB / hari dalam 2 dosis terbagi. Mulailah pengobatan dengan 1/4 hingga 2/3 dari dosis pemeliharaan yang diharapkan dan tingkatkan dosis setiap minggu untuk mencapai dosis pemeliharaan dalam 1 bulan. Maksimal: 2 g setiap hari.

Efek Samping Sulfasalazine

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sulfasalazine, antara lain:
- Sakit kepala
- Gangguan makan
- Mual, muntah, diare
- Ketidaknyamanan perut
- Kristaluria
- Kebotakan.
- Berpotensi Fatal: Reaksi hipersensitivitas berat, diskrasia darah, toksisitas ginjal dan hati.

Kontraindikasi:
- Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitivitas pada sulfonamid atau salisilat
- Porfiria
- Anak usia - obstruksi usus atau saluran kemih
- diskrasia darah
- Riwayat leukopenia.

Interaksi Obat:
- Kadar plasma berkurang jika di berikan bersamaan dengan rifampisin dan etambutol.
- Mengganggu penyerapan asam folat.
- Meningkatkan toksisitas hematologis jika di berikan bersamaan dengan azathioprine.
- Mengurangi kadar digoxin dalam serum.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Sulfasalazine ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait