Obat Antiinflamasi

Stenirol

Klikdokter, 31 Jul 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Stenirol digunakan untuk mengobati kondisi seperti arthritis, kelainan darah, reaksi alergi yang parah, kondisi mata, dll.

Pengertian

Stenirol adalah obat yang mengandung Methylprednisolone. Stenirol termasuk dalam golongan hormon steroid yang diproduksi di korteks adrenal. Hormon kortikosteroid berperan dalam sistem fisiologis, seperti respon stres, respon kekebalan tubuh dan pengaturan inflamasi (peradangan), metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah dan perilaku. Hindari penggunaan obat ini pada pasien diabetes karena dapat meningkatkan tingkat gula darah, dan dapat menyebabkan atau memperburuk diabetes

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg; Methylprednisolone 8 mg; Methylprednisolone 16 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Guardian Pharmatama
  • Harga: Rp30.000 - Rp85.000/ Strip

Kegunaan

Stenirol digunakan untuk mengobati beberapa kondisi berikut:

  • Penyakit endokrin, seperti hperplasia adrenal kongenital, hiperkalsemia yang terkait dengan kanker
  • Penyakit rematik, seperti rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis
  • Penyakit kolagen, seperti lupus, dermatomiositis sistemik (ploymyositis)
  • Peradangan kulit
  • Kondisi alergi, seperti asma bronkial, dermatitis atopik, neuritis optik
  • Penyakit gastrointestinal, seperti sarkoidosis simtomatik, pneumonitis aspirasi, beriliosis
  • Penyakit hematologi, seperti purpura thrombositopenic idiopatik, trombositopenia sekunder, anemia hemolitik didapat (autoimun)

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Dewasa: dosis 4 – 48 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi (tergantung pada berat dan jenis penyakitnya).
  2. Multiple sclerosis: dosis 16 mg setiap hari selama 1 minggu, dilanjutkan dengan dosis 64 mg setiap hari selama 1 bulan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Stenirol antara lain:

  • Mual dan muntah.
  • Mulas.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Sulit tidur.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Meningkat produksi keringat.
  • Moon face (wajah terlihat bengkak atau gemuk).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Stenirol pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Infeksi jamur sistemik (umum) kecuali terapi digunakan anti-infektif spesifik.
  • Penggunaan secara IntraMuskular pada idiopatik thrombocytopenic purpura (penyakit kelainan autoimun yang berdampak kepada trombosit atau platelet. Kondisi ini bisa menyebabkan mudah mengalami memar atau berdarah, dan terjadi secara berlebihan).
  • Administrasi secara intratekal (lumbar spinal).
  • Administrasi bersamaan vaksin hidup atau dilemahkan pada pasien yang menerima dosis imunosupresif (penekan sistem imun)

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Stenirol :

  • Kehilangan penekan kortikosteroid-diinduksi adrenal dengan aminoglutethimide.
  • Risiko hipokalemia dengan K-depleting agen (misalnya amfoterisin B dan diuretik)
  • Penurunan bersihan dengan antibiotik macrolide
  • Dapat menurunkan tingkat serum isoniazid
  • Peningkatan bersihan dengan cholestyramine
  • Risiko kejang dengan siklosporin
  • Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral
  • Metabolisme ditingkatkan dengan rifampisin dan barbiturat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Stenirol ke dalam Kategori C:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Perhatian Menyusui
Obat terserap kedalam ASI. Gunakan dengan hati-hati dan tetap konsultasikan pada dokter.