Sukses

Pengertian

Stelosi merupakan obat yang mengandung zat aktif Trifluoperazine HCl. Stelosi digunakan untuk mengobati skizofrenia, gangguan psikotik (gangguan mental/mood). Stelosi mengurangi perilaku agresif dan keinginan untuk melukai diri sendiri/orang lain. Stelosi juga membantu mengurangi halusinasi (mendengar/melihat benda yang sebenarnya tidak ada). Trifluoperazine adalah obat kejiwaan yang termasuk golongan antipsikotik fenotiazine. Stelosi bekerja dengan membantu menyeimbangkan substansi alami tubuh di otak.

Keterangan

  • Golongan: Psikotropik
  • Kelas Terapi: Anti Psikotropik.
  • Kandungan: Trifluoperazine HCl 5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strp.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Mersifarma PT.

Kegunaan

Stelosi digunakan dalam Dosis rendah: Kontrol kegugupan, ketegangan, agitasi. Mual dan muntah dari berbagai sumber.
Dosis tinggi: Catatonic akut, kronis, skizofrenia hebefrenia dan paranoia, psikosis akibat kerusakan otak organik dan keracunan. 

Dosis dan Cara Penggunaan

Stelosi termasuk dalam golongan Obat Psikotropik, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Psikosis
    • Dewasa: 2 kali sehari, 2-5 mg secara bertahap meningkat menjadi 15-20 mg setiap hari, atau 40 mg setiap hari pada psikosis berat atau resisten.
    • Anak: Maksimal: 5 mg setiap hari dalam dosis terbagi yang disesuaikan menurut usia, berat badan, dan respons.
    • Lansia: Mulailah dengan dosis lebih rendah dan meningkat secara bertahap.
  • Kecemasan jangka pendek
    • Dewasa: 2 kali sehari 1-2 mg. Maks: 6 mg setiap hari. Durasi maksimum: 12 minggu.
    • Anak: 3-5 tahun: maks 1 mg setiap hari dalam dosis terbagi.
    • Anak 6-12 tahun: maks 4 mg setiap hari dalam dosis terbagi.
    • Lansia: Mulailah dengan dosis lebih rendah dan meningkat secara bertahap.

Efek Samping Stelosi

  • Lesu
  • Gelisah
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sukar tidur
  • Mulut kering
  • Penglihatan buram
  • Otot lemas
  • Hipotensi

Kontraindikasi :
Hindari penggunaan Stelosi pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Jangan diberikan pada pasien dalam keadaan koma atau sangat depresi.
  • Diskrasia darah.
  • Depresi sumsum tulang.
  • Penyakit hati.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Stelosi:

  • Peningkatan depresi sistem saraf pusat seperti opiat atau analgesik lainnya, barbiturat atau obat penenang lainnya, anestesi umum, atau alkohol.
  • Peningkatan risiko efek samping dengan obat-obatan dengan sifat antimuskarinik misalnya TCA, obat antiparkinson.
  • Efek antagonis dari obat dopaminergik seperti levodopa.
  • Peningkatan risiko hipotensi dengan antihipertensi, trazodon.
  • Membalikkan efek antihipertensi guanethidine.
  • Peningkatan risiko efek samping ekstrapiramidal berat atau neurotoksisitas berat dengan litium.
  • Kemungkinan penurunan penyerapan dengan antasida.

 

Artikel
    Penyakit Terkait