Sukses

Pengertian Starlix

Starlix merupakan sediaan obat tablet salut selaput yang di produksi oleh Novartis Indonesia. Obat ini mengandung Nateglinide yang diindikasikan untuk terapi diabetes melitus tipe 2. Nateglinide merupakan suatu agen hipoglikemik nonsulfonylurea yang menstimulasi pelepasan insulin dari sel-sel β pankreas dengan menghalangi saluran K yang bergantung pada ATP (energi), mendepolarisasi membran dan memfasilitasi pemasukan Ca melalui saluran Ca. Mekanisme kerja ini tergantung pada jumlah kadar glukosa yang ada.

Keterangan Starlix

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antidiabetik Oral
  • Kandungan : Nateglinide 120 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan: Dus, 7 Strip @ 12 Tablet
  • Farmasi: Novartis Indonesia

Kegunaan Starlix

Starlix diindikasikan untuk terapi diabetes melitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Starlix

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Dewasa: 3 x sehari 60 atau 120 mg. Maksimal: 3 x sehari 180 mg.

Efek Samping Starlix

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Starlix, antara lain hipoglikemia, infeksi saluran pernapasan atas, nyeri punggung, gejala mirip flu, pusing, diare, trauma tak disengaja, bronkitis, batuk.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada penderita IDDM (Insulin-dependent diabetes mellitus), ketoasidosis diabetikum.

Interaksi Obat:

  • Inhibitor atau induser CYP2C9 dan CYP3A4 dapat mengubah metabolisme nateglinide.
  • Meningkatkan efek hipoglikemik jika digunakan bersamaan dengan MAOI, β-adrenergik blocker, obat anti inflamasi non steroid, salisilat.
  • Menurunkan efek hipoglikemik jika digunakan berbersamaan dengan kortikosteroid, agen simpatomimetik, diuretik thiazide, hormon tiroid.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Starlix ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait