Sukses

Pengertian Starlax

Starlax adalah produk obat dengan bentuk sediaan sirup yang diproduksi oleh IFARS. Starlax mengandung zat aktif Laktulosa yang digunakan untuk mengatasi konstipasi (sembelit) akut. Starlax bekerja dengan cara meningkatkan peristaltik dengan menghasilkan efek osmotik di usus besar dengan distensi (zat yang menumpuk diperut), sehingga dapat mempermudah dikeluarkan dalam perut.

Keterangan Starlax

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Obat Pencahar
  • Kandungan: Lactulose 6.77 g/ 5 ml
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, 1 Botol @ 60 mL
  • Farmasi: IFARS

Kegunaan Starlax

Starlax digunakan untuk mengatasi sembelit kronis, mencegah ensefalopati portal-sistemik, termasuk kondisi sebelum koma dan saat koma.

Dosis & Cara Penggunaan Starlax

Starlax termasuk dalam golongan obat bebas, sehingga untuk pembeliannya dapat diperoleh di apotek tanpa menggunakan resep dokter.

  1. Sembelit kronis
    • Dewasa kasus berat: 3 sendok takar (15 mL), 2 kali sehari.
    • Kasus sedang: 3-6 sendok takar (15-30 mL).
    • Kasus ringan: 3 sendok takar (15 mL).
    • Anak usia 5-10 tahun: 2 sendok takar (10 mL), diminum 2 kali sehari
    • Anak usia 1-5 tahun: 1 sendok takar (5 mL), diminum 2 kali sehari.
    • Bayi usia <1 tahun: 1/2 sendok takar (2,5 mL), 2 kali sehari.
  2. Terapi tambahan
    • Dewasa kasus berat: 3-5 sendok takar (15-25 mL).
    • Kasus sedang: 2-3 sendok takar (10-15 mL).
    • Kasus ringan: 2 sendok takar (10 mL).
    • Anak usia 6-14 tahun: 2 sendok takar (10 mL).
    • Anak usia 1-5 tahun:1-2 sendok takar (5-10 mL).
    • Bayi usia <1 tahun: 1 sendok takar (5 mL).
  3. Pra-koma hepatik dan koma
    • Dosis awalnya: 6-10 sendok takar (30-50 mL), diminum 3 kali sehari.
    • Dosis pemeliharaan harian: Sesuaikan dengan kondisi pasien.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 ° C. Lindungi dari cahaya. Jangan didinginkan atau dibekukan.

Efek Samping Starlax

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Starlax, antara lain:

  • Perut kembung
  • Kram perut
  • Ketidaknyamanan perut
  • Mual dan muntah

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Starlax pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif.
  • Galaktosemia (gangguan penceraan galaktosa)
  • Obstruksi usus (penyumbatan usus)

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Starlax :

  • Neomisin dan anti-infeksi lain dapat memengaruhi degradasi.
  • Antasida tidak diserap.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Starlax ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Pemberian Starlax yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti diare, kehilangan elektrolit, sakit perut.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik dan suportif. Hentikan pengobatan atau kurangi dosis laktulosa. Berikan penggantian cairan dan elektrolit jika diperlukan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare atau muntah. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.

 

Artikel
    Penyakit Terkait