Sukses

Pengertian Sporax

Sporax merupakan obat yang di produksi oleh Ferron Par Pharmaceuticals. Sporax memiliki kandungan Itraconazole yang di gunakan untuk mengobati infeksi akibat jamur seperti kandidiasis vulvovaginal, pityriasis versicolor, dermatomikosis, keratitis karena jamur, kandidiasis oral, terapi jangka panjang untuk onikomikosis dan mikosis sistemik seperti Aspergillosis, kandidiasis, kriptokokosis (termasuk meningitis kriptokokal), histoplasmosis, sporotrikosis, parakoksidioidomikosis, blastomikosis sistemik. Mekanisme kerja obat ini dengan cara menghambat aktivitas CYP450 jamur, sehingga menurunkan biosintesis ergosterol dan menghambat pembentukan membran sel jamur.

Keterangan Sporax

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Anti Hipertensi
  • Kandungan : Spironolactone 100 mg
  • Bentuk :Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi : Dexa Medica

Kegunaan Sporax

Sporax digunakan untuk mengobati infeksi akibat jamur.

Dosis & Cara Penggunaan Sporax

Obat Keras Harus Dengan Resep Dokter

Oral/diminum melalui mulut

  • Profilaksis infeksi jamur pada pasien immunocompromised
    Dewasa: Sebagai larutan oral: 5 mg / kg setiap hari dalam 2 dosis terbagi.
  • Infeksi jamur kuku
    Dewasa
    Maksimal: 200 mg sekali sehari selama 90 hari.
    Sebagai pengobatan denyut nadi: 200 mg selama 7 hari, diulangi sekali untuk kuku dan dua kali untuk kuku setelah interval bebas obat 21 hari.
  • Pityriasis versicolor
    Dewasa:
    Maksimal 200 mg sekali sehari selama 7 hari.
  • Profilaksis primer atau sekunder infeksi pada pasien neutropenia atau AIDS
    Dewasa: Maksimal 200 mg setiap hari, dapat meningkat hingga 200 mg jika diperlukan.
  • Tinea corporis, Tinea cruris
    Dewasa: Maksimal : 100 mg sekali sehari selama 15 hari atau 200 mg sekali sehari selama 7 hari.
  • Kandidiasis orofaringeal
    Dewasa: Maksimal : 100 mg sekali sehari selama 15 hari.
    Penderita AIDS atau neutropenia: 200 mg sekali sehari selama 15 hari.
  • Infeksi jamur sistemik
    Dewasa: Maksimal : 100-200 mg sekali sehari, dapat meningkat hingga 200 mg untuk infeksi invasif atau diseminata.
  • Kandidiasis esofagus, Kandidiasis oral
    Dewasa: Sebagai larutan oral: 200 mg setiap hari, lebih disukai dalam 2 dosis terbagi atau sebagai dosis harian tunggal selama 1-2 minggu.
    Pasien dengan infeksi resisten flukonazol: 100-200 mg bid selama 2-4 minggu.
  • Kandidiasis vulvovaginal
    Dewasa: 200 mg untuk 1 hari.

Efek Samping Sporax

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sporax, antara lain:

  • Mual, nyeri pada perut.
  • Sakit kepala, pusing.
  • Dispepsia (gejala nyeri seperti perasaan tidak enak pada perut bagian atas).
  • Pruritus (rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang).
  • Ruam kulit.
  • Urtikaria (gatal-gatal biduran).
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Hipokalemia (kondisi ketika kadar kalium dalam aliran darah berada di bawah batas normal).
  • Edema (pembengkakan).
  • Rambut rontok.
  • Neuropati perifer (gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf).

Kontraindikasi
- Tidak boleh di gunakan pada wanita hamil
- Tidak boleh di gunakan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap obat ini.

Interaksi Obat

  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma jika di gunakan bersama dengan carbamazepine, phenobarbital, phenytoin isoniazid, rifabutin, rifampicin, nevirapine, efavirenz.
  • Dapat mengurangi absorpsi/penyerapan dengan antimuskarinik, antasida, PPI, antagonis reseptor H2 histamin. Dapat meningkatkan konsentrasi plasma dengan indinavir, ritonavir, telaprevir, erythromycin, clarithromycin, ciprofloxacin.
  • Dapat mengurangi konsentrasi meloxicam dalam plasma. Dapat meningkatkan konsentrasi serum digoxin, alfentanil, oxycodone, repaglinide, bilastine, alprazolam, midazolam (IV), buspirone, saquinavir, praziquantel, bosentan, aprepitant, reboxetine, fesoterodine, solifenacin, taculvilfat, kotrimilamin (misalnya busulfan, docetaxel, trimetrexate, alkaloid vinca), imunosupresan (misalnya siklosporin, tacrolimus), kortikosteroid (mis. budesonide, deksametason, flutikason), antikoagulan oral (mis. apixaban, cilostazol).
  • Dapat meningkatkan risiko depresi pernapasan dengan fentanyl.
  • Dapat meningkatkan efek inotropik negatif dari verapamil.
  • Dapat meningkatkan risiko ergotisme dengan alkaloid ergot (misalnya Dihydroergotamine, ergometrine). 

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sporax ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait