Sukses

Pengertian Sporanox

Sporanox adalah obat yang mengandung Itraconazole. Sporanox digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, terutama infeksi jamur sistemik seperti aspergillosis, kandidiasis (infeksi akibat jamur Candida), dan kriptokokosis (infeksi yang disebbkan oleh Cryptococcus neoformans), di mana obat antijamur lain tidak lagi efektif.

Sporanox termasuk dalam golongan antijamur azole, Itraconazole mengganggu sintesis membran sel jamur dengan cara menghambat enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM). Sporanox digunakan biasa digunakan untuk Infeksi akibat jamur atau fungi yang bisa menjangkiti mulut, kulit, dan vagina.

Keterangan Sporanox

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Itraconazole 100 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Janssen Pharmaceutica/ Taisho Pharmaceutical 
  • Harga: Rp35.000 - Rp75.000/ Strip

Kegunaan Sporanox

Sporanox digunakan untuk mengobati infeksi jamur, mencegah infeksi jamur pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk orang-orang dengan neutropenia akibat kemoterapi kanker, orang-orang dengan infeksi HIV lanjut.

Dosis dan Cara Penggunaan Sporanox

Sporanox termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Tinea corporis atau Tinea cruris
    Dosis 100 mg per hari, selama 15 hari, atau 200 mg per hari, selama 7 hari.
  • Pencegahan infeksi jamur pada pasien AIDS dan pasien dengan sel darah putih rendah (neutropenia)
    Dosis 200 mg per hari. Bila diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi 200 mg, 2 kali sehari.
  • Panu
    Dosis 200 mg per hari, selama 7 hari.
  • Infeksi jamur dalam aliran darah
    Dosis 100-200 mg, sekali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg, 3 kali sehari, untuk infeksi jamur yang berat hingga mengancam nyawa.
  • Candidiasis pada mulut dan tenggorokan
    Dosis 100 mg per hari, selama 15 hari. Pada pasien AIDS dan neutropenia, dosis yang diberikan adalah 200 mg per hari, selama 15 hari.
  • Candidiasis vagina
    Dosis 200 mg, 2 kali sehari. Hanya dikonsumsi untuk satu hari.
  • Infeksi jamur kuku
    Dosis 200 mg per hari, selama 3 bulan.
  • Infeksi jamur pada tangan atau kaki
    Dosis 100 mg per hari, selama 30 hari, atau 200 mg, 2 kali sehari, selama 7 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Sporanox

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri perut

Kontraindikasi
Hindari penggunaan bersama Sporanox pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif
  • Hindari pemberian bersama dengan substrat CYP3A4
  • Pasien dengan bukti disfungsi ventrikel misalnya gagal jantung kongestif atau riwayat gagal jantung kongestif, kecuali untuk pengobatan yang mengancam jiwa atau infeksi serius lainnya.
  • Wanita hamil kecuali untuk pengobatan mikosis sistemik di mana potensi keuntungan lebih besar daripada potensi bahaya pada janin.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Sporanox:

  • Obat penginduksi CYP3A4 sedang atau kuat
  • Obat inhibitor CYP3A4

Kategori Kehamilan
Sporanox tidak boleh digunakan selama kehamilan kecuali dalam kasus yang mengancam jiwa di mana potensi manfaat bagi ibu lebih besar daripada potensi bahaya bagi janin.

Perhatian Menyusui
Berdasarkan penentuan konsentrasi itrakonazol dalam ASI ibu menyusui yang menerima dosis harian tunggal 400 mg itrakonazol (200 mg diminum 2 kali sehari), dihitung bahwa paparan pada bayi terhadap itrakonazol akan sekitar 450 kali lebih rendah daripada di ibu. Oleh karena itu, manfaat yang diharapkan dari terapi Sporanox harus dipertimbangkan terhadap potensi risiko menyusui. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait