Sukses

Pengertian Sporacid

Sporacid merupakan obat yang mengandung Itraconazole sebagai zat aktifnya. Sporacid adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, terutama infeksi jamur sistemik seperti aspergillosis, kandidiasis (infeksi akibat jamur Candida), dan kriptokokosis (infeksi yang terkontaminasi oleh jamur Cryptococcus neoformans), di mana obat antijamur lain tidak lagi efektif. Sporacid termasuk dalam golongan obat agen antijamur kelas azole, Itraconazole mengganggu sintesis membran sel jamur dengan cara menghambat enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM). Sporacid digunakan biasa digunakan untuk Infeksi akibat jamur atau fungi yang bisa menjangkit mulut, kulit, dan vagina.

Keterangan Sporacid

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antifungi
  • Kandungan: Itraconazole 100 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Dexa Medica

Kegunaan Sporacid

Sporacid digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur.

Dosis & Cara Penggunaan Sporacid

Sporacid merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. 

Aturan penggunaan Sporacid sebagai berikut :

  • Kandidiasis orofarings:
    • Dosis 100 mg / hari. Pada penderita aids atau neutropenia dosis ditingkatkan menjadi 200 mg. Obat diberikan selama 15 hari.
  • Vulvovaginitis kandida :
    • Dosis 200 mg 2 kali sehari. Obat diberikan selama 1 hari.
  • Ptyriasis versicolor (panu) :
    • Dosis 200 mg / hari. Obat diberikan selama 7 hari.
  • Tinea korporis dan tinea kruris :
    • Dosis 100 mg / hari. Obat diberikan selama 15 hari, atau 200 mg / hari selama 7 hari.
  • Tinea manus dan tinea pedis (kutu air) :
    • Dosis 100 mg / hari. Obat diberikan selama 30 hari.
  • Onikomikosis :
    • Dosis 200 mg / hari. Obat diberikan selama 3 bulan, atau bertahap 200 mg 2 x sehari selama 7 hari diulangi setelah interval 21 hari. Dua tahap untuk kuku jari tangan, tiga tahap untuk kuku jari kaki.
  • Histoplasmosis :
    • Dosis 200 mg 1-2 kali sehari.
  • Obat alternatif pada infeksi sistemik :
    • Dosis 200 mg 1 kali sehari (kandidiasis 100-200 mg / hari), untuk infeksi invasif atau diseminata dan meningitis kriptokokus sampai 200 mg 2 kali sehari.
  • Terapi pemeliharaan pada pasien aids dan profilaksis pada neutropenia :
    • Dosisi 200 mg 1 kali sehari. Dosis digandakan bila kadar obat dalam darah rendah.
  • Sporacid dapat diminum sesudah makan. Untuk hasil yang lebih maksimal, Sporacid diminum setiap hari dan diusahkan dalam waktu yang sama setiap hari nya.

Efek Samping Sporacid

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Sporacid antara lain :

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Gangguan menstruasi
  • Konstipasi
  • Perut terasa nyeri
  • Gangguan pencernaan
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri perut yang berkepanjangan
  • Urine berwarna lebih gelap dari biasanya
  • Merasa lelah yang tidak biasa

Kontraindikasi :

  • Jangan menggunakan Sporacid untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada itraconazole atau obat golongan triazole lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini untuk pengobatan onychomycosis pada pasien yang memiliki disfungsi ventrikel seperti gagal jantung kongestif (CHF) atau riwayat CHF, wanita hamil atau yang berencana hamil.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Sporacid :
Jika diberikan alprazolam, antikoagulan, cilostazol, digoxin, kortikosteroid, midazolam, repaglinide, colchicine, dan irinotecan dapat meningkatkan kadar itraconazole dalam darah.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sporacid ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait