Sukses

Pernah dengar pil air? Salah satu obat yang termasuk sebagai pil air atau diuretik adalah Spironolactone. Obat apa itu? Cek di sini.

Spironolactone

Spironolactone

Golongan: Obat Keras (Perlu Resep Dokter)
Kategori Obat: Diuretik
Dikonsumsi oleh: Dewasa dan Anak
Bentuk obat: Tablet
Spironolactone untuk ibu hamil dan menyusui:

Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya).

Peringatan Menyusui: Belum ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan. Obat ini tidak direkomendasikan diberikan kepada ibu menyusui.

Merek Dagang Spironolactone

Tablet: Spirola, Carpiaton, Spirolacton, Letonal, Aldactone

Pengertian Spironolactone

Spironolactone adalah obat yang termasuk dalam kelompok diuretik atau disebut juga pil air (water pills).

Obat ini mungkin diresepkan dokter jika Anda mengalami pembengkakan kaki, pergelangan kaki, tungkai bawah dan tangan, atau sesak napas akibat gagal jantung, hipertensi, penyakit hati, serta ginjal.

Spironolactone bekerja dengan cara menghambat penyerapan garam berlebih dan menjaga kadar kalium dalam darah agar tak terlalu rendah sehingga tekanan darah bisa turun.

Tablet diuretik tersebut juga dapat meningkatkan jumlah air dan natrium untuk dikeluarkan dari tubuh.

Artikel Lainnya: Beda Serangan Jantung, Gagal Jantung, dan Henti Jantung

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Diuretik
  • Kandungan: Spironolactone 25 mg; Spironolactone 100 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Boks,10 strip @10 tablet
  • Farmasi: Dexa Medica; Pratapa Nirmala; Otto Pharmaceutical Industries
  • Harga Spironolactone 25 mg: Rp3.000 - Rp10.000/strip
  • Harga Spironolactone 100 mg: Rp4.000 - Rp27.000/strip

 

Kegunaan Spironolactone

Spironolactone digunakan untuk mengobati:

  • asites
  • oedema
  • gagal jantung kongestif dengan oedema
  • sindrom nefrotik
  • hipertensi
  • sirosis hati dengan asites dan edema
  • hiperaldosteronisme primer

Dosis dan Aturan Pakai Spironolactone

Tujuan: Oedema

Bentuk: Tablet

  • Dewasa: awalnya, 100 mg setiap hari, dapat disesuaikan hingga 400 mg setiap hari sesuai respons.

Tujuan: Asites Malignan

Bentuk: Tablet

  • Dewasa: dosis awal 100-200 mg setiap hari, dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 400 mg setiap hari untuk kasus yang parah. Dosis pemeliharaan harus disesuaikan dengan respons individu.
  • Anak: dosis awal 1-3 mg/kg setiap hari dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons dan toleransi.
  • Lansia: dimulai dengan dosis terendah.

Artikel Lainnya: Mengenal Perbedaan Gagal Jantung Sistolik dan Diastolik

Tujuan: Gagal Jantung Kongestif dengan Edema

Bentuk: tablet

  • Dewasa:
    • Untuk pengelolaan edema: dosis awal 100 mg setiap hari atau 25-200 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi.
    • Dosis pemeliharaan harus disesuaikan dengan respons individu.
  • Anak: dosis awal 1-3 mg/kg setiap hari dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons dan toleransi.
  • Lansia: dimulai dengan dosis terendah.

Tujuan: Hipertensi

Bentuk: tablet

  • Dewasa: sebagai tambahan pada pasien yang tidak cukup terkontrol dengan obat lain. Dosis awal 25-100 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi.

Cara Menggunakan Spironolactone

Ikuti petunjuk penggunaan yang sudah dijelaskan oleh dokter atau apoteker. Jangan mengurangi atau menambah dosis.

Konsumsi Spironolactone bersama dengan makanan. Obat ini sebaiknya dikonsumsi pada pagi hari karena dapat menyebabkan Anda sering buang air kecil.

Jika Anda harus mengonsumsi obat ini dua kali sehari, konsumsi pada pagi dan sore untuk mencegah Anda sering terbangun untuk berkemih pada malam hari.

Lama pengobatan akan ditentukan oleh dokter. Anda harus rutin mengonsumsi obat ini dalam jangka waktu yang sudah ditentukan dokter.

Cobalah untuk minum obat pada jam yang sama setiap harinya agar tidak lupa.

Cara Penyimpanan

Simpan obat ini pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Artikel Lainnya: Lakukan 8 Hal Ini untuk Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Efek Samping Spironolactone

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat Spironolactone, antara lain:

  • gangguan saluran cerna
  • impotensi
  • ginekomastia
  • menstruasi tidak teratur
  • letargi
  • sakit kepala
  • bingung
  • ruam kulit
  • hiperkalemia
  • hiponatremia
  • hepatotoksisitas
  • osteomalasia
  • gangguan darah

Jika mengalami salah satu efek samping di atas menetap atau bertambah parah, segera konsultasikan ke dokter.

Overdosis

Penggunaan Spironolactone yang melebihi dosis yang dianjurkan dapat menimbulkan gejala mengantuk, mual, muntah, pusing, atau diare.

Dapat pula terjadi hiperkalemia, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal.

Selalu perhatikan dosis yang sudah dianjurkan oleh dokter. Jika terjadi overdosis, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Kontraindikasi

Spironolactone tablet sebaiknya tidak digunakan pada kondisi di bawah ini:

  • hiperkalemia (kondisi ketika jumlah kalium dalam darah sangat tinggi)
  • penyakit addison (penyakit endokrin langka di mana kelenjar adrenal memproduksi hormon steroid yang tidak cukup)
  • anuria
  • insufisiensi ginjal akut
  • nefropati diabetik
  • gangguan ginjal berat
  • anak dengan gangguan ginjal sedang sampai berat
  • ibu menyusui

Hindari penggunaan bersamaan dengan eplerenone atau diuretik hemat kalium lainnya, dan suplemen kalium (kecuali dalam kasus penurunan kalium).

Artikel Lainnya: Cara Mudah Mencegah Serangan Jantung

Interaksi Obat Spironolactone

Spironolactone tidak boleh digunakan dengan obat-obat berikut:

  • eplerenone (obat tekanan darah tinggi)
  • obat jenis lain yang serupa dengan diuretik atau obat-obatan untuk retensi air, misalnya amilorida, triamterene
  • suplemen kalium (kecuali diinstruksikan oleh dokter)

Obat ini berisiko menimbulkan interaksi jika digunakan bersama dengan Spironolactone:

  • obat lain untuk tekanan darah tinggi, misalnya enalapril, kaptopril, losartan, valsartan
  • digoxin (obat penyakit jantung)
  • oains (obat untuk nyeri dan peradangan), misalnya ibuprofen, asam mefenamat, indometasin, aspirin
  • lithium (obat untuk gangguan mood)
  • heparin (obat pengencer darah)
  • cholestyramine (obat penurun kolesterol)
  • carbenoxolone (obat yang digunakan untuk mengobati sariawan atau sakit mag)
  • klorpropamid (obat diabetes)

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, terutama obat yang tercantum di atas, beritahukan kepada dokter, ya.

Peringatan dan Perhatian

Beritahukan kepada dokter apabila Anda mengalami kondisi berikut:

  • kondisi-kondisi yang tercantum pada ‘kontraindikasi’
  • porfiria (kelainan bawaan yang menyebabkan kelainan kulit atau sistem saraf)
  • periode menstruasi yang tidak normal
  • asidosis respiratorik (paru-paru tidak dapat mengeluarkan cukup karbon dioksida yang diproduksi oleh tubuh yang menyebabkan darah menjadi terlalu asam)
  • penyakit hati
  • penyakit ginjal ringan hingga sedang
  • hamil

Jika Anda akan menjalani operasi atau tes laboratorium tertentu, termasuk operasi kecil dan perawatan gigi, beritahu petugas medis bahwa Anda menggunakan Spironolactone.

Artikel Lainnya: Kondisi Serius Akibat Hepatitis C yang Tak Diobati

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menggolongkan Spironolactone ke dalam Kategori C.

Artinya, studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Spironolactone dapat masuk ke dalam ASI. Obat ini dikontraindikasikan bagi ibu menyusui.

Penyakit Terkait Spironolactone

Rekomendasi Obat Sejenis Spironolactone

(HNS/AYU)

Terakhir diperbaharui: 27 Desember 2021

Diperbaharui: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Ditinjau: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

 

Referensi:

E-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Diakses 2021. Spironolactone.

Medline Plus. Diakses 2021. Spironolactone.

Medscape. Diakses 2021. Spironolactone.

MIMS Indonesia. Diakses 2021. Spironolactone.

Pusat Informasi Obat Nasional. Diakses 2021. Spironolakton.

Artikel
    Penyakit Terkait