Sukses

Pengertian Spiriva

Spiriva adalah obat yang di produksi Boehringer Ingelheim yang memiliki kandungan zat aktif Tiotropium Bromida. Spiriva digunakan untuk mencegah dan mengontrol gejala dari sesak napas atau mengi yang disebabkan oleh bronchitis (radang pada lapisan saluran bronkial karena infeksi).

Spiriva adalah obat golongan antagonis muskarinik yang bekerja dengan menimbulkan efek antikolinergik yaitu mencegah interaksi antara asetilkolin dengan reseptor muskarinik, sehingga menyebapan dilatasi/pelebaran pada saluran bronkus.

Keterangan Spiriva

  • Golongan: Obat Keras Dan PPOK
  • Kelas Terapi: Anti Asma
  • Kandungan: Tiotropium Bromida
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Box, 1 Strip @10 Kapsul
  • Farmasi: Boehringer Ingelheim
  • Harga: Rp200.000 - Rp375.000/ Box

Kegunaan Spiriva

Spiriva digunakan untuk mencegah dan mengontrol gejala dari sesak napas atau mengi yang disebabkan oleh bronchitis.

Dosis & Cara Penggunaan Spiriva

Spiriva merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Diberikan 1 kali sehari 1 kapsul untuk inhalasi atau sesuai petunjuk Dokter. Hanya digunakan untuk inhalasi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Spiriva

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Spiriva, antara lain:

  • Menyebabkan mulut kering
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Suara serak
  • Nyeri dada nonspesifik
  • Peningkatan tekanan intraokular
  • Jantung berdebar

Kontraindikasi
Tidak boleh di gunakan pada pasien yang diketahui memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat/hipersensitif.

Interaksi Obat
Menimbulkan efek aditif jika di pakai bersamaan dengan obat antikolinergik lainnya.

Kategori Kehamilan
Data penelitian yang tersedia selama terapi Tiotropium Bromida diberikan pada wanita hamil tidak cukup untuk menginformasikan risiko merugikan terkait obat pada kehamilan. Tetap konsultasikan pada dokter.

Perhatian Menyusui
Tidak ada data tentang keberadaan tiotropium dalam ASI, efek pada bayi yang disusui, atau efek pada produksi ASI. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait