Sukses

Pengertian Spasmolit

Spasmolit adalah obat yang mengandung Hyoscine-N-Butylbromide sebagai zat aktifnya. Spasmolit termasuk dalam golongan antispasmodik untuk menangani kram dan sakit perut. Spasmolit juga digunakan untuk membantu mengurangi mual, muntah, dan pusing yang berhubungan dengan mabuk darat dan pemulihan dari anestesi dan operasi. Selain itu, Spasmolit juga dapat digunakan dalam pengobatan parkinsonisme, kondisi otot spastik, sindrom iritasi usus, diverticulitis (Divertikulitis adalah kondisi di mana kantung pada kolon (usus besar) mengalami peradangan atau infeksi ), dan kondisi lainnya.

Obat antispasmodik adalah obat yang membantu mengurangi atau menghentikan kejang otot pada organ pencernaan yang menjadi salah satu gejala dari irritable bowel syndrom (IBS), yaitu penyakit yang menyerang usus. 

Keterangan Spasmolit

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Anti Spasmodik
  • Kandungan: Hyoscine-N-Butylbromide 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Meprofarm PT
  • Harga: Rp14.000 - Rp35.000/ Strip

Kegunaan Spasmolit

Spasmolit digunakan untuk membantu meyembuhkan gangguan perut, seperti:

  • Menangani kejang saluran cerna, kejang genitourinari
  • Menangani IBS (sindrom iritasi usus besar)

Dosis & Cara Penggunaan Spasmolit

Spasmolit merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. 

  1. Kejang saluran cerna, kejang genitourinari
    • Dewasa: 2 tablet diminum 4 kali sehari.
    • Anak usia 6-11 tahun: 1 tablet diminum 3 kali sehari.
  2. IBS (sindrom iritasi usus besar)
    • Dewasa: dosis awal: 1 tablet diminum 3 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan hingga 2 tablet diminum 4 kali sehari jika diperlukan.
    • Anak usia 6-11 tahun: 1 tablet diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Spasmolit

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Spasmolit antara lain :

  • Tekanan darah rendah
  • Peningkatan tekanan intra-okular
  • Kantuk
  • Penglihatan kabur
  • Sakit mata
  • Pusing, sakit kepala
  • Gangguan keseimbangan
  • Migrain

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Miastenia gravis
  • Glaukoma sudut sempit
  • Takikardia
  • Megakolon
  • Hipersensitif terhadap kandungan dalam produk

Interaksi Obat

  • Dapat menurunkan penyerapana obat oral karena penurunan motilitas lambung dan penundaan pengosongan lambung.
  • Efek sedatif dari hyoscine dapat ditingkatkan oleh depresan SSP lainnya.
  • Obat lain dengan sifat antikolinergik (misalnya amantadine, antihistamin) dapat meningkatkan efek hyoscine.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Spasmolit ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait