Sukses

Pengertian Sominal

Sominal adalah obat yang mengandung Dipenhydramine sebagai zat aktifnya. Sominal adalah obat yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi pada tubuh, seperti mata merah, iritasi, gatal, berair, dan bersin-bersin, serta dapat digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan dan penyakit parkinson. Sominal bekerja dengan cara bersaing dengan histamin untuk reseptor H1 pada sel efektor pada saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran pernapasan.

Keterangan Sominal

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
  • Kandungan: Diphenhydramine HCl 25 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Amplop @ 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Erela

Kegunaan Sominal

Sominal digunakan untuk meredakan reaksi alergi pada tubuh, mengatasi mabuk perjalanan dan penyakit parkinson.

Dosis & Cara Penggunaan Sominal

Sominal merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Sominal juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Alergi dan mabuk perjalanan
    • Dewasa: 1-2 tablet, diminum 3-4 kali sehari. Dosis maksimal adalah 12 tablet per hari. Untuk mencegah mabuk perjalanan, konsumsilah 30 menit sebelum melakukan perjalanan.
    • Anak usia 2-5 tahun: 1/4 tablet, diminum tiap 4-6 jam.
    • Anak usia 6-12 tahun: 1/2-1 tablet, diminum tiap 4-6 jam. Untuk mencegah mabuk perjalanan, konsumsilah 30 menit sebelum melakukan perjalanan.
  2. Parkinsonisme
    • Dewasa: Dosis awal adalah 1 tablet, diminum 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 2 tablet, diminum 4 kali sehari, jika diperlukan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 ° C. Lindungi dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Sominal

Efek samping penggunaan Sominal yang mungkin terjadi adalah:

  • Penglihatan kabur
  • Gelisah
  • Kejang
  • Euforia
  • Rasa kantuk

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Sominal pada pasien yang hipersensitif terhadap obat ini.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan efek mengantuk, bila diberikan dengan obat penenang dan antidepresan.
  • Dapat meningkatkan efek obat antikolinergik, seperti atropin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Sominal ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Pemberian Sominal yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mengantuk, sedasi, midriasis, demam, kemerahan, agitasi, tremor, reaksi distonik, halusinasi, perubahan EKG. Kasus yang parah: Rhabdomyolysis, kejang-kejang, delirium, psikosis toksik, aritmia, koma, kolaps kardiovaskular. Dapat mengakibatkan halusinasi, kejang-kejang dan kematian pada pasien pediatri (bayi dan anak).
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan suportif dan simtomatik. Berikan diazepam parenteral untuk pengobatan kejang dan stimulasi SSP yang ditandai. Dapat diberikan vasopresor untuk mengobati hipotensi. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait