Sukses

Pengertian Soldextam

Soldextam adalah sediaan obat dalam bentuk kaplet yang diproduksi oleh Solas Langgeng Sejahtera Indonesia. Soldextam digunakan untuk mengatasi demam berat, asma kronis, rinitis alergi (peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi), dermatitis atopik (penyakit kulit kronis yang membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah) dan dermatitis kontak (merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu), reaksi obat, konjungtivitis alergi (reaksi sistem kekebalan tubuh pada permukaan mata), dan keratitis (peradangan pada kornea mata).

Setiap kaplet Soldextam mengandung Dexamethasone 0.5 mg, dexchlorphenamine maleate 2 mg.

Keterangan Soldextam

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
  • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg, dexchlorphenamine maleate 2 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 20 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Solas Langgeng Sejahtera Indonesia
  • Harga: Rp4.000 - Rp15.000/ Strip

Kegunaan Soldextam

Soldextam digunakan untuk mengatasi demam berat, dan mengatasi berbagai kondisi yang di sebabkan oleh alergi.

Dosis & Cara Penggunaan Soldextam

Soldextam merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  • Dewasa: 1-2 kaplet diminum 4 kali sehari.
  • Anak: ½ kaplet diminum 3-4 kali sehari.
  • Harus diminum bersamaan dengan makanan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Soldextam

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Soldextam, antara lain:

  • Retensi garam dan cairan
  • Gangguan saluran cerna
  • Nafsu makan meningkat
  • Amenorea (siklus haid yang memanjang)
  • Kelemahan otot
  • Penglihatan kabur
  • Mulut kering
  • Kesulitan berkemih
  • Mengantuk

Kontraindikasi 
Tidak boleh digunakan oleh pasien dengan kondisi:

  • Diketahui memiliki alergi terhadap kandungan Soldextam
  • Pasien dengan riwayat herpes simpleks, ulkus kornea, infeksi jamur sistemik
  • Bayi baru lahir atau prematur

Interaksi Obat 

  • Dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan.
  • Mengurangi efek jika di gunakan bersamaan dengan rifampisin, fenitoin, primidon, barbital, carbamazepine, terbutaline.
  • Hindari penggunaan monoamine oxidase inhibitors (MAOI) secara bersamaan.
Artikel
    Penyakit Terkait