Sukses

Pengertian Sizoril

Sizoril merupakan obat yang di produksi oleh Meprofarm. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 25 mg, dan 100 mg. Sizoril mengandung Clozapine yang diindikasikan untuk Pasien skizofrenia yang resisten terhadap pengobatan yang tidak responsif. Clozapine bekerja dengan cara menyeimbangkan dan menekan efek dari reaksi kimia yang terjadi di dalam otak, sehingga membantu mengurangi gejala psikosis (gangguan mental yang serius dan meliputi adanya gangguan halusinasi atau delusi).

Keterangan Sizoril

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antipsikotik
  • Kandungan : Clozapine 25 mg; Clozapine 100 mg
  • Bentuk : Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Dus, 5 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi : Meprofarm

Kegunaan Sizoril

Sizoril diindikasikan untuk pasien skizofrenia yang resisten terhadap pengobatan yang tidak responsif.

Dosis & Cara Penggunaan Sizoril

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Dosis Awal:
  • Hari pertama: 12,5 mg 1-2 x sehari;
  • Hari ke-2: 25 mg 1-2 x sehari.
  • Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap dari 25-50 mg hingga maksimal 300 mg setiap hari dalam 2-3 minggu. Lama terapi: Setidaknya 6 bulan.

Efek Samping Sizoril

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sizoril, antara lain:
- Granulositopenia (granulosit dalam darah menurun)
- Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit);
- Kelelahan
- Mengantuk
- Pusing
- Sakit kepala
- Detak jantung cepa
- Mual, muntah
- Sembelit.

Kontraindikasi:
- Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif.
- Gangguan fungsi sumsum tulang.
- Kolaps sirkulasi atau depresi sistem saraf pusat.
- Gagal hati, ginjal atau jantung yang parah.
- Tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki riwayat granulositopenia atau agranulositosis yang diinduksi obat.

Interaksi Obat:

  • Depresan sumsum tulang.
  • Efek sentral meningkat jika digunakan bersamaan dengan alkohol, MAOI, depresan sistem saraf pusat misalnya, narkotika, antihistamin, benzodiazepin, cimetidine.
  • Meningkatkan risiko sindrom maligna neuroleptik (NMS) dengan litium atau agen aktif-sistem saaf pusat lainnya.
  • Konsentrasi plasma menurun jika digunakan bersamaan dengan fenitoin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Sizoril ke dalam Kategori B:
Studi reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita pada trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait