Sukses

Pengertian Situroxime

Situroxime adalah antibiotik yang di produksi oleh Darya Varia-Laboratoria/ Dipha Pharmalab Intersains. Situroxime mengandung Cefuroxime yang diindikasikan untuk infeksi saluran pernapasan bawah, saluran kemih, jaringan lunak, tulang dan sendi, gonore (penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae), septikemia (keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah) dan meningitis (peradangan yang terjadi pada lapisan pelindung otak). Profilaksis atau mencegah terjadinya infeksi perut, panggul, ortopedi (tulang), jantung, paru.

Keterangan Situroxime

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Sefalosporin
  • Kandungan: Cefuroxime 500 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 3 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Darya Varia-Laboratoria/ Dipha Pharmalab Intersains
  • Harga: Rp130.000 - Rp250.000/ Strip

Kegunaan Situroxime

Situroxime diindikasikan untuk mencegah dan mengobati penyakit infeksi yang di sebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Situroxime

Situroxime merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Dosis umum:
    • Dewasa Anak Usia > 12 tahun: 250 mg, dosis dapat ditingkatkan hingga 500 mg.
    • Anak Usia ≤1 2 tahun dan bayi: 125 mg.
  • Uretritis Gonokokal Tanpa Komplikasi
    • Dosis 2 kaplet sebagai dosis tunggal.
  • Otitis Media
    • Anak Usia ≥2 tahun: 250 mg. Dosis diminum 2 x sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Situroxime

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Situroxime, antara lain:

  • Ruam
  • Demam
  • Gatal, kemerahan pada kulit
  • Reaksi seperti penyakit serum
  • Gangguan pendengaran ringan sampai sedang (anak-anak)
  • Mual, muntah
  • Tersedak
  • Ulu hati terbakar
  • Perdarahan dan infeksi saluran pencernaan
  • Sakit perut
  • Perut kembung,
  • Gangguan pencernaan
  • Sariawan, lidah bengkak
  • Anoreksia (gangguan makan)
  • Kram perut, diare

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap cefuroxime atau sefalosporin lainnya.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Situroxime:

  • Diuretik kerja kuat (misalnya furosemide)
  • Aminoglikosida
  • Antikoagulan oral
  • Kontrasepsi oral
  • Probenesid 

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Situroxime ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Cefuroxime mungkin aman digunakan selama menyusui. Obat ini masuk ke dalam ASI dalam kadar rendah. Oleh karena itu hanya boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko bahaya bagi bayi. Jika digunakan, bayi harus diamati untuk gejala seperti diare dan infeksi jamur.

Artikel
    Penyakit Terkait