Sukses

Pengertian Sinova

Sinova adalah obat yang mengandung Simvastatin dan diproduksi oleh Combiphar. Sinova digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat (seperti LDL, trigliserida) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah, mengurangi resiko penyakit jantung pada pasien yang berisko tinggi.

Sinova bekerja dengan menghambat enzim pembentuk kolesterol sehingga kadar kolesterol dalam darah berkurang.

Keterangan Sinova

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Dislipidemik
  • Kandungan: Simvastatin 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Combiphar
  • Harga: Rp10.000 - Rp25.000/ Strip

Kegunaan Sinova

Sinova digunakan untuk menurunkan resiko penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL, dan trigliseride).

Dosis & Cara Penggunaan Sinova

Sinova termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dosis awal untuk pasien dengan hiperkolesterolemia ringan sampai sedang: diberikan dosis 5 mg sehari.
  • Pengaturan dosis dilakukan dengan jarak tidak kurang dari 4 minggu sampai maksimum 40 mg sehari sebagai dosis tunggal diberikan pada malam hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Sinova

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sinova, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Perut kembung, mulas, sakit perut
  • Diare / sembelit
  • Ruam kulit
  • Peningkatan konsentrasi serum aminotranferase reversibel
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Nyeri otot

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Sinova pada pasien:

  • Penyakit hati akut atau peningkatan transaminase serum persisten yang tidak dapat dijelaskan.
  • Pasien keturunan Cina sebaiknya tidak menggunakan simvastatin 80 mg / hari dengan dosis modifikasi produk yang mengandung niacin (≥1 g).
  • Simvastatin 80 mg tidak boleh dimulai pada pasien baru dan mereka yang menggunakan dosis rendah.
  • Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 yang kuat, misalnya: itraconazole, ketoconazole, posaconazole, clarithromycin, erythromycin, telithromycin, nefazodone, penghambat protease HIV (misalnya: nelfinavir), boceprivir, telaprevir, gemfibrozil, ciclosporin, danazol, jus jeruk bali.
  • Kehamilan dan menyusui

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan jika diberikan bersamaan dengan antikoagulan.
  • Mengurangi kadar serum jika diberikan bersamaan dengan bosentan, efavirenz, dan rifampisin.
  • Meningkatkan risiko miopati dan rhabdomiolisis jika diberikan bersamaan dengan kolkisin, amiodaron, verapamil, dan diltiazem.
  • Meningkatkan risiko miopati jika diberikan bersamaan dengan amlodipine, asam fusidic.
  • Potensi pengurangan efek sitotoksik rituximab.
  • Meningkatkan hepatotoksisitas jika diberikan bersamaan dengan ezetimibe.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sinova ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Perhatian Menyusui
Tidak direkomendasikan untuk digunakan pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait