Sukses

Pengertian Simucil

Simucil merupakan salah satu Sediaan Kapsul yang mengandung Asetilsistein, obat ini diproduksi oleh Mersifarma Tirmaku Mercusana. Simucil digunakan untuk pengobatan batuk yang berfungsi mengencerkan dahak, sehingga saluran pernapasan menjadi lega dan nafas kembali mudah. Simucil atau Asetilsistein bekerja dengan cara memecah serat asam mukopolisakarida yang membuat dahak lebih encer dan mengurangi lendir pada dinding tenggorokan, sehingga mempermudah pengeluaran lendir pada saat batuk.

Keterangan Simucil

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
  • Kandungan: Asetilsistein 200 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Kapsul.
  • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana.

Kegunaan Simucil

Simucil dapat digunakan untuk pengobatan tambahan untuk penyakit bronkopulmonal (batuk karena cedera paru-paru) akut dan kronis.

Dosis & Cara Penggunaan Simucil

Dosis dan Cara Penggunaan Simucil, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dewasa 1 kali tutup 3 kali sehari.

Efek Samping Simucil

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Simucil, yaitu:
1. Gangguan GI (saluran cerna) ringan.
2. Bronkospasme (sesak nafas).
3. Ruam, gatal.
4. Hipotensi.
5. Hipertensi.
6. Mual, muntah.
7. Gangguan fungsi hati.
8. Rhinorrhea (alergi, flu atau demam).
9. Stomatitis (radang mulut).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Simucil ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait