Sukses

Pengertian Simtram

Simtram adalah obat yang mengandung zat aktif Paracetamol dan Tramadol HCl, diproduksi oleh Simex Pharmaceutical dalam bentuk sediaan kaplet. Simtram digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. Simtram bekerja dengan memengaruhi reaksi kimia di dalam otak untuk mengurangi sensasi rasa sakit. Simtram merupakan golongan obat keras, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum digunakan.

Keterangan Simtram

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik / Analgesik (Opioid)
  • Kandungan: Paracetamol 325 mg dan Tramadol HCl 37.5 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Blister
  • Kemasan: Box, 3 Blister @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Simex Pharmaceutical.

Kegunaan Simtram

Simtram digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat.

Dosis & Cara Penggunaan Simtram

Simtram termasuk dalam golongan obat keras, sebaiknya penggunaan obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter.

Dosis 2 kaplet diminum setiap 6 jam. Maksimal: 8 kaplet/ hari. Durasi maksimum: 5 hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 25°C.

Efek Samping Simtram

Efek samping yang mungkin terjadi antara lain:

  • Hipotensi postural
  • Depresi pernapasan
  • Bradikardia (denyut jantung lambat)
  • Reaksi alergi dengan gejala saluran pernapasan
  • Perubahan nafsu makan
  • Perubahan suasana hati
  • Ruam kulit.

Kontraindikasi:

  • Intoksikasi akut dengan alkohol, hipnotik, analgesik aksi sentral, opioid, atau obat psikotropika
  • Epilepsi yang tidak terkontrol.
  • Gangguan hati berat.
  • Penggunaan bersamaan atau dalam 2 minggu penghentian dari MAOI.

Interaksi obat:

  • Peningkatan risiko kejang dan sindrom serotonin dengan SSRI, SNRI, TCA, dan agonis 5-HT (misalnya sumatriptan).
  • Peningkatan depresi sistem saraf pusat bersama barbiturat, benzodiazepin, ansiolitik lainnya, hipnotik, antidepresan sedatif, antihistamin sedatif, neuroleptik, obat antihipertensi yang bekerja sentral, thalidomide, dan baclofen.
  • Menurunkan efikasi analgesik dengan ondansetron.
  • Peningkatan INR dengan warfarin.
  • Berpotensi Fatal: Dapat meningkatkan efek potensiasi serotonergik, neuroeksitasi dan / atau kejang dari MAOI.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Simtram ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:

  • Pemberian Simtram yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti miosis, muntah, kolaps kardiovaskular, gangguan kesadaran hingga koma, kejang-kejang, depresi pernafasan yang menyebabkan terhambatnya pernapasan, pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, kerusakan hati, kerusakan metabolisme glukosa, asidosis metabolik; gagal hati, gagal ginjal akut dengan nekrosis tubular akut, gangguan irama jantung, pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan perawatan suportif dengan pemeliharaan pernapasan dan fungsi sirkulasi. Nalokson dapat digunakan untuk membalikkan sistem pernapasan. Kejang dapat dikontrol dengan diazepam. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait