Sukses

Pengertian Simflox

Simflox adalah salah satu sediaan kaplet yang mengandung Ciprofloxacin dan diproduksi oleh Simex Pharmaceutical. Obat ini diindikasikan untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran kemih, seperti prostatitis (penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat), uretritis gonokok (peradangan dari uretra yang disebabkan oleh kuman gonokok), servisitis (peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim), gonorrhoea (kencing nanah) akut, pielonefritis (penyakit infeksi pada ginjal disebabkan oleh bakteri atau virus) dan cystitis (inflamasi atau peradangan pada kandung kemih).

Keterangan Simflox

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Quinolon.
  • Kandungan: Ciprofloxacin 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @6 Kaplet.
  • Farmasi: Lapi Indonesia/ Simex Pharmaceutical
  • Harga: Rp45.000 - Rp100.000/ Strip

Kegunaan Simflox

Simflox Kaplet digunakan untuk pengobatan:

  • Infeksi saluran pernapasan bawah.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernapasan atas.
  • Infeksi saluran kemih, seperti prostatitis (penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat), uretritis gonokok (peradangan dari uretra yang disebabkan oleh kuman gonokok), servisitis (peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim), gonorrhoea (kencing nanah) akut, pielonefritis (penyakit infeksi pada ginjal disebabkan oleh bakteri atau virus) dan cystitis (inflamasi atau peradangan pada kandung kemih).

Dosis & Cara Penggunaan Simflox

Simflox merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Infeksi ringan / sedang saluran kemih: ½ tablet diminum 2 kali sehari.
  • Infeksi berat saluran kemih (atau dengan penyulit): 1 tablet diminum 2 kali sehari.
  • Infeksi ringan / sedang saluran napas: 1 tablet diminum 2 kali sehari. Tulang sendi, kulit dan jaringan lunak.
  • Diare bakterial: 1 tablet diminum 2 kali sehari.
  • Chancroid: 1 tablet diminum 2 kali sehari.
  • Gonore akut tanpa komplikasi: ½-1 tablet /hari (dosis tunggal).
  • Demam tifoid atau paratifoid: 1 tablet diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Simflox

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Simflox, yaitu:

  • Gangguan pencernaan: Mual, muntah, diare, sakit perut
  • Depresi, kejang
  • Sakit kepala, pusing, kebingungan, insomnia, gelisah
  • Dispepsia (nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas)
  • Tremor (gemetar)
  • Mengantuk, mimpi buruk, halusinasi
  • Berpotensi Fatal: Reaksi hipersensitivitas, hepatotoksisitas (kerusakan hati) berat, Clostridium difficile terkait diare dan radang usus

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Simflox pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap ciprofloxacin atau kuinolon lainnya
  • Memiliki riwayat atau risiko perpanjangan QT
  • Diketahui memiliki riwayat miastenia gravis
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan tizanidine

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Simflox:

  • Penggunaan bersamaan dengan kortikosteroid dapat meningkatkan risiko gangguan tendon (otot).
  • Peningkatan risiko CNS stimulasi dengan NSAID.
  • Konsentrasi serum diubah fenitoin.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma dari substrat CYP1A2 (misalnya: clozapine, ropinirol, teofilin).
  • Meningkatkan efek antikoagulan oral (misalnya warfarin) dan glibenclamide.
  • Peningkatan toksisitas methotrexate. konsentrasi plasma dapat ditingkatkan dengan probenesid.
  • Mengurangi penyerapan dengan multivitamin dan suplemen mineral yang mengandung divalen atau trivalen kation (Fe, Zn, Ca) dan antasida yang mengandung Al, Ca atau Mg
  • Penggunaan bersamaan dengan kelas IA antiaritmia (quinidine, procainamide), kelas III antiaritmia (amiodaron, sotalol), makrolida dan antipsikotik dapat mengakibatkan efek aditif pada perpanjangan QT interval.
  • Berpotensi Fatal: Ditandai peningkatan kadar serum Tizanidine yang terkait dengan hipotensi (tekanan darah rendah) potensial dan efek sedatif (penenang)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Simflox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Literatur yang diterbitkan melaporkan bahwa ciprofloxacin terserap kedalam ASI. Tetap konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait