Sukses

Pengertian Simdrol

Simdrol adalah sediaan obat dalam bentuk tablet dan injeksi. Simdrol digunakan untuk mengobati alergi, dan peradangan serta sebagai imunosupresan. Simdrol mengandung Methylprednisolone yang bekerja dengan cara menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler. Sehingga mengurangi repon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

Keterangan Simdrol

  1. Simdrol Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
    • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg
    • Bentuk: Tablet 
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Lapi Indonesia/ Simex Pharmaceutical
    • Harga: Rp35.000 - Rp45.000/ Strip
  2. Simdrol Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
      Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
      Kandungan: Methylprednisolone 125 mg
      Bentuk: Serbuk Injeksi
      Satuan Penjualan: Box
      Kemasan: Box, 1 Vial @ 125 mg + Ampul 2 mg 
      Farmasi: Bernofarm/ Simex Pharmaceutical
      Harga: -

Kegunaan Simdrol

Simdrol adalah obat yang digunakan untuk mengobati alergi, peradangan, penyakit kolagen, serta sebagai imunosupresan.

Dosis & Cara Penggunaan Simdrol

Simcobal merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  1. Simdrol Tablet
    • Dewasa: diberikan dosis 4-48 mg setiap hari.
    • Multiple sclerosis: dosis 160 mg setiap hari selama 1 minggu, dilanjutkan dengan dosis 64 mg setiap hari selama 1 bulan.
    • Regimen Terapi Harian Alternatif: 1 tablet setiap 2 hari.
  2. Simdrol Injeksi
    • DWS
      • Dosis 10-40 mg diberikan melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau injeksi intravena (pembuluh darah). Pemberian dosis dapat diulang.
      • Terapi dosis tinggi: 30 mg/kg berat badan, diberikan minimal 30 menit. Dosis dapat diulang setiap 4-6 jam.
    • Eksaserbasi akut pada multiple sclerosis
      • Dosis: 160 mg setiap hari selama seminggu dilanjutkan dengan dosis oleh 64 mg setiap hari selama sebulan.
    • Cedera tulang belakang akut
      • Dosis: 30 mg/kg berat badan melalui infus intravena selama 15 menit dilanjutkan dengan infus 45 menit, 5,4 mg/kg berat badan/jam selama 23 jam.
    • Terapi adjuvant untuk AIDS terkait Pneumocytis carinii
      • Dosis: 30 mg diberikan injeksi intravena (pembuluh darah) sebanyak 2 kali sehari selama 1-5 hari, dilanjutkan dengan dosis 30 mg sekali sehari pada hari ke-6-10, kemudian 15 mg sekali sehari pada hari ke-11-21.
    • Anak & bayi
      • Insufisiensi adrenokortikal: dosis 117 mcg/kg berat badan diberikan melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau 3,33 mg/m2 sehari dalam 3 dosis terbagi setiap 3 hari, atau 39-58,5 mcg/kg berat badan atau 1,11-1,66 mg/m2 sekali sehari.
      • Cedera tulang belakang akut: dosis 30 mg/kg berat badan diberikan melalui infus intravena selama 15 menit dilanjutkan dengan infus 45 menit, 5,4 mg/kg berat badan/jam selama 23 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Simdrol

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Simcobal, antara lain:

  • Insufisiensi adrenokortikal
  • Nyeri atau kelelahan otot
  • Katarak
  • Gangguan endokrin
  • Sakit kepala, vertigo
  • Penipisan kulit
  • Peradangan kulit
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan moon face
  • Tekanan darah tinggi
  • Osteoporosis
  • Gangguan sekresi hormon seks
  • Tukak lambung
  • Kekebalan tubuh berkurang

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan Simdrol Tablet pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif
  • Penderita TB
  • Infeksi jamur sistemik
  • Vaccinia atau varicella
  • Keratitis herpes simpleks
  • Tukak lambung
  • Sindrom Cushing
  • Psikosis akut
  • Vaksinasi baru-baru ini

Hindari penggunaan Simdrol Injeksi pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap kandungan obat
  • Infeksi jamur sistemik
  • Tukak peptik atau duodenum aktif
  • Osteoporosis berat
  • Herpes
  • Vaksinasi
  • Bayi prematur

Interaksi Obat 
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Simdrol Tablet:

  • Glikosida jantung
  • Siklosporin
  • Fenobarbital
  • Fenitoin
  • Rifampisin
  • Troleandomisin
  • Ketokonazol
  • Antikoagulan
  • Agen penghambat neuromuskular (misalnya, pancuronium)
  • Insulin
  • Antihipertensi
  • Antagonis diuretik
  • Asetazolamid
  • Diuretik loop & thiazide
  • Karbenoksolon

Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Simdrol Injeksi:

  • Barbiturat
  • Fenitoin
  • Rifampisin
  • Obat anti inflamasi non steroid
  • Vaksin
  • Siklosporin
  • Troleandomisin
  • Antikolinesterase

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Methylprednisolone ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Methylprednisolone terserap kedalam ASI. Konsultasikan pada dokter dan gunakan dengan hati-hati.

Artikel
    Penyakit Terkait