Sukses

Pengertian Sildenafil

Sildenafil adalah sediaan obat dalam bentuk tablet salut selaput yang diproduksi oleh beberapa perusahaan farmasi. Sildenafil digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal.

Setiap tablet Sildenafil mengandung zat aktif Sildenafil citrate. Sildenafil bekerja dengan cara meningkatkan cGMP yang menghasilkan relaksasi sel otot polos vaskular paru.

Keterangan Sildenafil

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Kardiovaskular Lainnya atau Obat untuk Disfungsi Ereksi dan Gangguan Ejakulasi
  • Kandungan: Sildenafil citrate 50 mg; Sildenafil citrate 100 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput 100 mg
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 4 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab Indonesia; Amarox Pharma Global; Nulab Pharmaceutical; Yarindo Farmatama; Guardian Pharmatama
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Camastil, Topgra, Zifagra, Viajoy, Viagra, Revatio
  • Harga: Rp90.000 - Rp170.000/ Box

Kegunaan Sildenafil

Sildenafil adalah obat yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal.

Dosis & Cara Penggunaan Sildenafil

Sildenafil merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  1. Disfungsi ereksi
    • Dewasa: 50 mg kira-kira 1 jam sebelum hubungan seksual, dapat menyesuaikan tergantung pada respons. Maksimal: 100 mg setiap hari.
  2. Hipertensi arteri pulmonalis
    • Dewasa: 5 mg atau 20 mg.
    • Anak: 1-17 tahun ≤20 kg: 10 mg, tiga kali sehari.
    • Anak > 20 kg: 20 mg, dua kali sehari.
  3. Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Sildenafil

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sildenafil, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Kemerahan.
  • Ketidaknyaman pada perut bagian atas.
  • Gangguan penglihatan (misal. Penglihatan kabur, fotofobia, iritasi mata, nyeri mata dan kemerahan).
  • Pusing, insomnia.
  • Kegelisahan.
  • Vertigo.
  • Hidung tersumbat.
  • Demam.
  • Gangguan saluran cerna (misalnya diare, muntah).
  • Ruam kulit.
  • Nyeri tungkai atau punggung.
  • Nyeri otot.
  • Edema wajah (gumpalan cairan pada wajah).
  • Retensi cairan.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)

Overdosis
Overdosis Sildenafil dapat menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Hipotensi
  • Sinkop (pingsan)
  • Ereksi berkepanjangan

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang telah diketahui memiliki gangguan terhadap kardiovaskular berat (misal. Angina tidak stabil, gagal jantung).
  • Kehilangan penglihatan pada 1 mata karena neuropati optik iskemik anterior non-arteritik (NAION).
  • Hipotensi (tekanan darah <90/50 mmHg)
  • Memiliki riwayat stroke atau mengalami serangan jantung baru-baru ini
  • Kelainan retina degeneratif herediter
  • Gangguan hati berat
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan nitrat dalam bentuk apa pun dan nicorandil.

Interaksi Obat 

  • Hipertensi simtomatik dapat terjadi ketika digunakan dengan alpha-blocker.
  • Mengurangi clearance dengan inhibitor CYP3A4 (misal. Simetidin, delavirdine, eritromisin, itrakonazol, ketokonazol).
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan penghambat HIV-protease terutama oleh rejimen yang dikuatkan dengan ritonavir.
  • Konsentrasi plasma menurun dg penginduksi CYP3A4 (misal. Rifampicin, bosentan).
  • Dapat meningkatkan kadar plasma dengan jus jeruk.

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Sildenafil ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Data yang diterbitkan terbatas dari laporan kasus menggambarkan keberadaan sildenafil dan metabolit aktifnya dalam ASI.