Sukses

Pengertian Sikzonoate

Sikzonoate adalah sediaan dalam bentuk cairan injeksi yang diproduksi oleh Mersifarma Tirmaku Mercusana. Sikzonoate digunakan untuk penatalaksanaan jangka panjang untuk gangguan psikotik, seperti skizofrenia (penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir) kronik. Sikzonoate mengandung Fluphenazine decanoate.

Keterangan Sikzonoate

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Fluphenazine decanoate 25 mg/ml.
  • Bentuk: Cairan Injeksi 
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Dus, 5 Ampul @ 1 ml
  • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana
  • Harga: Rp50.000 - Ro75.000/ Ampul

Kegunaan Sikzonoate

Sikzonoate digunakan untuk penatalaksanaan jangka panjang untuk gangguan psikotik seperti skizofrenia (penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir) kronik.

Dosis & Cara Penggunaan Sikzonoate

Sikzonoate merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  • Intramuscular atau subkutan 
    • Gangguan psikotik dewasa dan pasien dengan agitasi berat :
      • Dosis awal: 12.5-25 mg (0.5-1 mL) lalu sesuaikan dosis berdasarkan respons pasien.
      • Dosis pemeliharaan: Tidak boleh melebihi 100 mg. Jika diperlukan dosis >50 mg, tingkatkan dosis berikutnya dengan penambahan sebesar 12.5 mg.
      • Anak-anak: diberikan ¼-1/3 dari dosis dewasa.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, terhindar dari cahaya. Jangan dibekukan.

Efek Samping Sikzonoate

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sikzonoate , antara lain:

  • Reaksi distonia (gangguan yang menyebabkan otot bergerak sendiri tanpa sadar) akut.
  • Mengantuk.
  • Penglihatan kabur.
  • Mulut kering, konstipasi.
  • Tidak dapat menahan keinginan berkemih atau inkontinensia urin.
  • Hipotensi ringan.
  • Gangguan untuk melakukan penilaian dan gangguan fungsi mental, dan pembengkakan.

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien dengan riwayat komatosa (koma) dan keadaan depresi berat.
  • Kerusakan otak dan hati yang jelas.
  • Ikterus (gejala kuning yang disebabkan oleh peningkatan pigmen empedu).
  • Aterosklerosis (penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri).
  • Feokromositoma (sebuah tumor jinak yang jarang terjadi, yang biasanya mengenai kelenjar adrenal).
  • Diskrasia darah (kelainan darah).
  • Insufisiensi ginjal dan jantung.

Interaksi Obat 
Sikzonoate dapat berinteraksi dengan obat-obat berikut:

  • Alkohol
  • Anestesi umum
  • Hipnotik, sedatif
  • Analgesik kuat
  • Adrenalin dan simpatomimetik lain
  • Adrenergik blocker
  • Levodopa
  • Antikonvulsan
  • Antidepresan trisiklik
  • Antikoagulan
  • Antidepresan
  • Litium
  • Anti parkinson
  • Antikolinergik lain

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sikzonoate ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Obat terserap kedalam ASI dan tidak direkomendasikan untuk digunakan pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait