Sukses

Pengertian Sidiadryl

Sidiadryl adalah sediaan injeksi yang di produksi oleh Bernofarm. Obat ini mengandung Diphenhydramine HCl diindikasikan untuk kondisi alergi, mengobati dan mencegah mabuk perjalanan, penyakit Parkinson.

Mekanisme kerja obat ini adalah Diphengydramine memilki efek antikolinergik dan obat penenang. Kompetitif dengan histamin untuk situs reseptor H1 pada sel efektor pada saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan.

Keterangan Sidiadryl

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
  • Kandungan: Diphenhydramine HCl 10 mg
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 15 ml
  • Farmasi: Bernofarm
  • Harga: Rp75.000 - Rp100.000/ Vial

Kegunaan Sidiadryl

Sidiadryl diindikasikan untuk kondisi alergi, mengobati dan mencegah mabuk perjalanan, penyakit Parkinson.

Dosis & Cara Penggunaan Sidiadryl

Sidiadryl merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Kondisi Alergi, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Mabuk
    • Dewasa: Larutan 1% atau 5%: 10-50 mg dengan injeksi intramuskular atau intravena, dosis bisa ditingkatkan hingga 100 mg jika diperlukan. Maksimal: 400 mg setiap hari.
    • Anak: 5 mg / kg berat badan setiap hari dalam 4 dosis terbagi dengan injeksi intramuskular atau intravena. Maksimal: 300 mg setiap hari.
  2. Penyakit Parkinson
    • Dewasa: Larutan 1% atau 5%: 10-50 mg dengan injeksi intramuskular atau intravena, dosis dapat ditingkatkan hingga 100 mg jika diperlukan. Maksimal: 400 mg setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Sidiadryl

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sidiadryl, antara lain:

  • Sesak dada.
  • Denyut jantung prematur sebelum denyut jantung kembali normal.
  • Hipotensi.
  • Jantung berdebar, detak jantung cepat.
  • Gangguan gerakan tubuh yang disebabkan masalah pada otak.
  • Kedinginan.
  • Kebingungan.
  • Pusing.
  • Kantuk.
  • Euforia yang berlebihan.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Mengi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Ulkus peptikum stenosis atau obstruksi piloroduodenal
  • Bayi prematur dan neonatus (bayi baru lahir)
  • Ibu menyusui
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan obat lain yang mengandung antihistamin

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Diphenhydramine:

  • Depresan SSP lainnya (misalnya obat penenang, hipnotik, ansiolitik)
  • Obat antidepresan MAOI
  • Antikolinergik (misalnya atropin, TCA)
  • Betahistin
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan efek depresan SSP dengan antihistamin lain (misalnya hidroksizin)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Diphenhydramine HCl ke dalam Kategori B:
Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Diphenhydramine HCl dikontraindikasikan penggunaannya pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait