Sukses

Pengertian Sibital

Sibital adalah sediaan obat yang di produksi oleh Mersifarma Tirmaku Mercusana. Sibital tersedia dalam bentuk tablet 50 mg, dan cairan injeksi 100 mg/ml. Sibital mengandung Phenobarbital Na yang diindikasikan untuk antikonvulsan (anti kejang), hipnotik (sedasi ringan, meredakan ansietas sampai anestesi dan koma) dan obat penenang.

Mekanisme kerja Sibital adalah bekerja dengan menekan korteks sensorik, mengurangi aktivitas motorik, mengubah fungsi serebelar dan menghasilkan kantuk, sedasi dan hipnosis. Efek antikonvulsannya terlihat jjika diberikan dengan dosis tinggi.

Keterangan Sibital

  1. Sibital Tablet 
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antikonvulsan
    • Kandungan: Phenobarbital Na 50 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana
    • Harga: -
  2. Sibital Cairan Injeksi 200 mg
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antikonvulsan
    • Kandungan: Phenobarbital Na 100mg/ml
    • Bentuk: Cairan Injeksi 
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, 10 Ampul @ 2ml
    • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana
    • Harga: Rp71.000 - Rp100.000/ Box

Kegunaan Sibital

Sibital diindikasikan untuk antikonvulsan (anti kejang), hipnotik (sedasi ringan, meredakan ansietas sampai anestesi dan koma) dan obat penenang.

Dosis & Cara Penggunaan Sibital

Sibital merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Sibital Tablet
    • Antikonvulsan
      • Dewasa: dosis 120-250 mg, atau 2-3 mg/kg berat badan/hari diminum sebelum tidur.
      • Anak-anak: dosis 30-100 mg, atau 3-5 mg/kg berat badan/hari.
    • Sedatif
      • Dewasa: dosis 30-120 mg/hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi.
      • Anak-anak: 6 mg/kg berat badan/hari dalam 3 dosis terbagi. 
    • Hypnotic
      • Dewasa: dosis 100-320 mg/hari. 
  2. Sibital Injeksi
    • Antikonvulsan
      • Dewasa: dosis 50-200 mg diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) atau intramuskular (melalui otot) setiap 6 jam, diberikan tidak >100 mg/menit sampai kejang berhenti atau sampai tercapai 15 mg/kg berat badan. Maksimal: 600 mg setiap hari.
      • Anak dan neonatus: Dosis awal: 15-20 mg/kg berat badan diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) dengan kecepatan aliran 1-2 mg/kg berat badan/menit.
    • Sedatif
      • Dewasa: dosis 30-120 mg diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) atau intramuskular (melalui otot) setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.
    • Sebelum operasi
      • Dewasa: dosis 130-200 mg diberikan melalui injeksi intramuskular (melalui otot) 6-9 mnt sebelum operasi.
      • Anak-anak: dosis 1-3 mg/kg berat badan diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) atau intramuskular (melalui otot) 6-9 menit sebelum operasi.
    • Insomnia
      • Dewasa: dosis 100-325 mg diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) atau intramuskular (melalui otot) .

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Sibital

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sibital, antara lain:

  • Kelelahan
  • Vertigo
  • Mengantuk
  • Mabuk
  • Gelisah
  • Sakit tulang
  • Reaksi alergi pada kulit
  • Kebingungan mental
  • Pusing
  • Gangguan gerakan tubuh yang disebabkan masalah pada otak
  • Depresi
  • Gelisah
  • Ruam kulit

Kontraindikasi

  • Sakit jiwa
  • Hipoksia, asma, emfisema, anemia berat
  • Parkinsonisme
  • Depresi pernapasan tinggi dan porfiria.
  • Penyakit hati dan ginjal
  • Kehamilan 
  • Ibu menyusui

Interaksi Obat
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Asam valproat
  • Obat antidepresan MAOI
  • Kortikosteroid
  • Antikoagulan
  • Griseofulvin
  • Doksisiklin
  • Estradiol
  • Estrogen
  • Progestogen

Kategori Kehamilan
Sibital dikontraindikasikan penggunaannya pada wanita hamil.

Perhatian Menyusui
Sibital dikontraindikasikan penggunaannya pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait