Sukses

Pengertian Setrovel

Setrovel adalah obat injeksi yang di produksi oleh Novell Pharmaceutical Lab. Setrovel mengandung Tropisetron HCl yang diindikasikan untuk mencegah mual dan muntah yang berhubungan dengan terapi pengobatan kanker, pengobatan dan mencegah mual dan muntah pasca operasi.

Keterangan Setrovel

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiemetic dan Terapi Pendukung
  • Kandungan: Tropisetron HCl  1mg/ml
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 10 Ampul @ 5 ml
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab
  • Harga: Rp30.000 - Rp50.000/ Ampul

Kegunaan Setrovel

Setrovel diindikasikan untuk mencegah mual dan muntah yang berhubungan dengan terapi sitotoksik, pengobatan dan mencegah mual dan muntah pasca operasi.

Dosis & Cara Penggunaan Setrovel

Setrovel merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Profilaksis Mual dan Muntah yang Berhubungan dengan Terapi Sitotoksik
    • Dewasa: 5 mg dengan injeksi intravena lambat selama minimal 1 menit atau infus intravena selama 15 menit diberikan 15 menit sebelum kemoterapi pada hari pertama, diikuti dengan sediaan oral pada hari ke 2-6.
    • Anak usia > 2 tahun: 0,2 mg / kg (maksimal: 5 mg) dengan injeksi intravena lambat selama minimal 1 menit atau dengan infus intravena pada konsentrasi 0,05 mg / mL selama 15 menit untuk diberikan sebagai dosis tunggal sebelum kemoterapi pada hari pertama. Berat badan > 25 kg: Lanjutkan 1 x sehari dengan dosis yang sama hingga hari ke 5 kemoterapi.
  • Pengobatan dan Profilaksis Mual dan Muntah Pasca Operasi
    • Dewasa: 2 mg sebagai dosis tunggal atau 1 x sehari dengan injeksi intravena lebih dari 30 detik atau infus intravena selama 15 menit, dalam 2 jam pada akhir anestesi (pengobatan) atau sebelum induksi anestesi (profilaksis).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Setrovel

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Setrovel, antara lain:

  • Perpanjangan QT.
  • Sakit kepala.
  • Sembelit.
  • Pusing, kelelahan.
  • Mengantuk.
  • Hipertensi.
  • Nyeri perut.
  • Diare.
  • Gangguan nafsu makan.
  • Ketidaknyamanan dada.
  • Urtikaria (gatal biduran)
  • Jarang, reaksi hipersensitivitas (misalnya: Anafilaksis/alergi berat).
  • Berpotensi Fatal: Jarang, pingsan.

Overdosis
Overdosis Tropisetron dapat menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Halusinasi visual
  • Peningkatan tekanan darah

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Konsentrasi plasma menurun jika digunakan bersamaan dengan rifampisin atau penginduksi enzim hati lainnya (misalnya: Fenobarbital).
  • Peningkatan risiko kelainan konduksi jika digunakan bersamaan dengan antiaritmia, β-blocker.
  • Risiko sindrom serotonin jika digunakan bersamaan dengan obat serotonergik (misalnya: Serotonin dan norepinefrin reuptake inhibitor [SNRI atau SSRI]).

Kategori Kehamilan
Tidak direkomendasikan digunakan pada ibu hamil.

Perhatian Menyusui
Tidak direkomendasikan digunakan pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait