Sukses

Pengertian Serlof

Serlof adalah obat yang mengandung Sertraline dan diproduksi oleh Dankos Farma. Serlof diindikasikan untuk mengobati depresi, serangan panik, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stress pasca-trauma, gangguan kecemasan sosial (fobia sosial), dan bentuk parah sindrom pramenstruasi (premenstrual dysphoric disorder).

Keterangan Serlof

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidepresan.
  • Kandungan: Sertraline hydrochloride (setara dengan Sertraline) 50 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 tablet.
  • Farmasi: Dankos Farma.
  • Harga: Rp95.000 - Rp200.000/ Strip

Kegunaan Serlof

Serlof Tablet digunakan untuk membantu mengobati:

  • Anxiety (Rasa gelisah berlebihan)
  • Gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia
  • Depresi
  • OCD (Obessive Compulsive Disorder, gangguan kecemasan yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran tidak masuk akal dan tidak disengaja (obsesi) sehingga mendorong orang untuk berperilaku repetitif (kompulsif))
  • PTSD (post traumatic stress disorder atau gangguan post traumatic stres) kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami.

Dosis & Cara Penggunaan Serlof

Serlof termasuk dalam Golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Dewasa dan anak-anak diatas 13 tahun: dosis 50 mg diminum 1 kali sehari.
  2. Pada anak-anak 6-12 tahun: dosis awal diminum 25 mg perhari, dosis dapat ditingkatkan hingga 50 mg perhari setelah 1 minggu.
  3. Untuk PTSD, panic disorder:
    • Dosis awal: diminum 25 mg perhari.
    • Setelah 1 minggu dapat ditingkatkan hingga 50 mg perhari
    • Maksimal 200 mg perhari.  Namun dalam penggunannya harus dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Serlof

Efek samping yang ditimbulkan secara umum yaitu:

  • Kejang
  • Depresi sistem saraf pusat
  • Kejadian perdarahan abnormal termasuk perdarahan kulit (misalnya ekimosis, purpura)
  • Pelebaran pupil ringan
  • Disfungsi seksual
  • Kehilangan kontrol glikemik
  • Jantung berdebar
  • Nyeri dada
  • Mual
  • Diare
  • Mulut kering
  • Gagal ejakulasi
  • Menstruasi tidak teratur

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Penggunaan bersamaan atau dalam 14 hari setelah penghentian MAOI.
  • Penggunaan bersamaan dengan pimozide.
  • Penggunaan bersamaan dengan larutan konsentrat oral sertraline dengan disulfiram.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Sertraline:

  • Agen serotonergik lainnya (misalnya triptan, TCA, fentanil, litium, tramadol, buspiron, triptofan, amfetamin, fenfluramine, agonis serotonin)
  • Agen yang mengganggu metabolisme serotonin (misalnya MAOI, linezolid, IV metilen biru)
  • Antipsikotik atau antagonis dopamin lainnya, dan obat opiat
  • pimozide
  • Disulfiram
  • Antikoagulan (misalnya aspirin, clopidogrel, heparin, warfarin) dan NSAID (misalnya ibuprofen, naproxen)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sertraline ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Didistribusikan ke dalam ASI. Gunakan dengan hati-hati dan tetap konsultasikan pada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait