Sukses

Pengertian Seretide

Seretide adalah obat paten yang mengandung Salmeterol, Fluticasone Propionate. Seretide digunakan untuk membantu pengobatan teratur penyakit penyumbatan jalan nafas yang bersifat reversibel termasuk asma, bronkitis (infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut ), emfisema (kondisi di mana kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek) dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan penyakit paru yang memburuk seperti asma refrakter (tidak ada perubahan atau perbaikan yang sangat singkat), bronkitis menahun/kronis.

Keterangan Seretide

  1. Seretide Diskus

    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Per Seretide Diskus 100 Salmeterol 50 mcg, fluticasone propionate 100 mcg; Per Seretide Diskus 250 Salmeterol 50 mcg, fluticasone propionate 250 mcg; Per Seretide Diskus 500 Salmeterol 50 mcg, fluticasone propionate 500 mcg.
    • Bentuk: Serbuk Inhaler
    • Satuan Penjualan: Box
    • Kemasan: Box, Strip @60 Blister Dose
    • Farmasi: Glaxo Wellcome Indonesia.
    • Harga Seretide Diskus 100: Rp193.000 - Rp355.000/ Box
    • Harga Seretide Diskus 250: Rp203.000 - Rp415.000/ Box
    • Harga Seretide Diskus 500: Rp250.000 - Rp510.000/ Box
  2. Seretide Inhaler
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Per Seretide 50 dose inhaler Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 50 mcg; Per Seretide 125 dose inhaler Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 125 mcg
    • Bentuk: Serbuk Inhaler
    • Satuan Penjualan: Box
    • Kemasan: Box, Canister @ 120 Dosis dengan Dose Counter
    • Farmasi: Glaxo Wellcome Indonesia.
    • Harga Seretide 50: Rp135.000 - Rp280.000/ Box
    • Harga Seretide 125: Rp155.000 - Rp315.000/ Box

Kegunaan Seretide

Seretide digunakan untuk membantu pengobatan teratur penyakit penyumbatan jalan nafas yang bersifat reversibel termasuk asma, bronkitis, emfisema dan PPOK.

Dosis & Cara Penggunaan Seretide

Seretide merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. 

  1. Penyakit Saluran Udara Obstruktif Reversibel
    • Dewasa dan remaja usia 12 tahun: 2 inhalasi Seretide Inhaler 50 atau 125 diberikan sebanyak 2 kali sehari atau 1 inhalasi Seretide Diskus 100, 250 atau 500 diberikan sebanyak 2 kali sehari.
    • Anak usia 4 tahun: 2 inhalasi Seretide Inhaler 50 diberikan sebanyak 2 kali sehari atau 1 inhalasi Seretide Diskus 100 diberikan sebanyak 2 kali sehari.
  2. Penyakit PPOK
    • Dewasa: 2 inhalasi Seretide Inhaler 125 diberikan sebanyak 2 kali sehari atau 1 inhalasi Seretide Diskus 250 atau 500 diberikan sebanyak 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan

  • Simpan ditempat yang kering dengan suhu dibawah 30 derajat Celcius, serta terlindung dari cahaya.

Efek Samping Seretide

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Seretide adalah:

  • Serak atau disfonia,
  • Sakit kepala
  • Kandidiasis mulut dan tenggorokan
  • Iritasi tenggorokan
  • Palpitasi (kondisi detak jantung yang lebih cepat dari normal dengan frekuensi dan irama yang tidak teratur)
  • Tremor (gemetar)
  • Artralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi)
  • Kram otot

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi Seretide.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Seretide:

  • β-blocker nonselektif & selektif
  • Inhibitor CYP450 (ritonavir, eritromisin, ketokonazol)
  • Obat antidepresi MAOI (monoamine oxidase inhibitors)
  • TCA (Asam trikloroasetat)
  • Levodopa
  • L-tiroksin
  • Oksitosin
  • Antiaritmia
  • Xantin

Kategori Kehamilan
Pemberian obat selama kehamilan dan menyusui hanya boleh dipertimbangkan jika manfaat yang diharapkan bagi ibu lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi pada janin atau anak.

Perhatian Menyusui
Pemberian obat selama kehamilan dan menyusui hanya boleh dipertimbangkan jika manfaat yang diharapkan bagi ibu lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi pada janin atau anak.