Sukses

Pengertian Selesmol

Selesmol adalah obat yang memiliki kandungan Paracetamol sebagai zat aktifnya. Selesmol digunakan untuk mengobati demam, nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi. Selesmol bekerja dengan cara menghambat zat (prostaglandin) di dalam tubuh yang dapat menyebabkan nyeri dan demam. Selesmol diproduksi oleh Sejahtera Lestari Farma dalam bentuk sediaan kaplet.

Keterangan Selesmol

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Amplop @ 1 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Sejahtera Lestari Farma.

Kegunaan Selesmol

Selesmol digunakan untuk mengobati demam dan nyeri ringan hingga sedang.

Dosis & Cara Penggunaan Selesmol

  • Dewasa: diberikan 1-2 kaplet, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 1/2-1 kaplet, diminum 3-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C, lindungi dari cahaya dan kelembapan.

Efek Samping Selesmol

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Selesmol, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual, muntah, sembelit
  • Insomnia
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan penurunan fungsi hati
  • Gatal.

Kontraindikasi:

  • Hindari penggunaan Selesmol pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif terhadap paracetamol.
  • Hindari penggunaan Selesmol pada pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Selesmol:

  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya jika diberikan bersamaan dengan penggunaan jangka panjang.
  • Konsentrasi serum menurun jika diberikan bersamaan dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misalnya fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
  • Peningkatan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan probenesid.
  • Mengurangi penyerapan jika diberikan bersamaan dengan colestyramine.
  • Peningkatan penyerapan jika diberikan bersamaan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Selesmol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Gejala overdosis Paracetamol yang timbul adalah pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis berikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi (oleh tenaga medis). Tentukan konsentrasi plasma Paracetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein seacra intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, metionin oral juga dapat digunakan jika muntah tidak menjadi masalah.
Artikel
    Penyakit Terkait