Sukses

Pengertian Scopma

Scopma adalah obat yang mengandung hyoscine-N-butylbromide. Obat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni Scopma Kaplet dan Scopma Plus.

Scopma Kaplet digunakan untuk mengatasi kejang pada saluran urogenital dan saluran cerna, serta mencegah dan menangani dismenore (nyeri haid).

Sedangkan, Scopma Plus mengandung hyoscine-N-butylbromide dan paracetamol yang dapat meredakan nyeri paroksismal pada lambung atau usus kecil, serta nyeri kejang pada saluran empedu, saluran kemih, dan organ genital pada wanita.

Artikel Lainnya: Makanan yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan Anda

Keterangan Scopma

1. Scopma Kaplet

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antipasmodik
  • Kandungan: Hyoscine-N-butylbromide 10 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Ifars
  • Harga: Rp14.000 - Rp36.000/ Strip

2. Scopma Plus

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antipasmodik
  • Kandungan: Hyoscine-N-butylbromide 10 mg, Paracetamol 500 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Kaplet
  • Farmasi: Ifars
  • Harga: Rp16.000 - Rp50.000/ Strip

Kegunaan Scopma

  • Scopma Kaplet digunakan untuk mengatasi kejang pada saluran urogenital dan saluran cerna, serta mencegah dan menangani dismenore.
  • Sementara, Scopma Plus dapat membantu meredakan nyeri paroksismal pada lambung atau usus kecil, serta nyeri kejang pada saluran empedu, saluran kemih, dan organ genital pada wanita.

Artikel Lainnya: Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid

Dosis dan Cara Penggunaan Scopma

Scopma merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

1. Scopma Kaplet

  • Dewasa: 1-2 kaplet diminum 4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 kaplet diminum 3 kali sehari.

2. Scopma Plus

  • Dewasa: 1-2 kaplet diminum 3 kali sehari. Maksimal 6 kaplet per hari.

Cara Penyimpanan Scopma

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Scopma

Efek samping yang mungkin timbul selama penggunaan Scopma, yaitu:

Artikel Lainnya: Kenali Penyebab Kram Perut Meski Tak Sedang Haid

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Scopma pada pasien yang memiliki kondisi:

  • Porfiria
  • Glaukoma
  • Megakolon
  • Hipertrofi prostat dengan kecenderungan retensi urine
  • Stenosis mekanis gastrointestinal
  • Takikardia
  • Disfungsi hati

Interaksi Obat

Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Scopma:

  • Antihistamin
  • Antidepresan
  • Quinidine
  • Disopyramide
  • Alkohol
  • Analgesik narkotik
  • Sedatif/hipnotik
  • K klorida

Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Scopma Plus:

  • Agen hipnotis
  • Obat antiepilepsi (glutethimide, phenobarb, phenytoin, carbamazepine)
  • Rifampisin
  • Alkohol
  • Propantheline
  • Metoclopramide
  • Kloramfenikol

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan adanya efek samping terhadap janin. Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat diberikan hanya jika manfaatnya lebih besar dari potensi risiko terhadap janin.

Peringatan Menyusui

Belum diketahui apakah kandungan obat ini terserap ke dalam ASI atau tidak. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum konsumsi.

Artikel
    Penyakit Terkait